Thursday, October 8, 2020

Pentingnya ayah belajar

Pentingnya ayah belajar
Imam bukan sekedar tampil di depan untuk membawa makmum melalui setiap proses dalam suatu ibadah. Pun dalam keluarga, ayah sebagai imam tak sekedar tampil dengan keberanian di depan anggota keluarga. Lebih dari itu, ayah sebagai imam dalam keluarga seyogyanya menambah kapasitas keilmuan. Tentu ini sejalan dengan apa yang diperintahkan dalam agama Islam untuk menuntuk ilmu sejak kita dilahirkan sampai kelak tak lagi ada waktu untuk kita belajar, yaitu saat kita dipanggil sang Kholik.

Apakah hanya agama yang memerintahkan kita untuk terus belajar? Tidak,dalam dunia pendidikanpun kita mengenal istilah belajar sepanjang hayat. Mengapa sebagai laki-laki, utamanya sebagai seorang ayah harus terus belajar? Bukankan dalam keluarga istri juga harus memiliki pengetahuan, dan juga harus belajar?

Memang dalam keluarga istri juga harus memiliki bekal pengetahuan sehingga bisa mendampingi anak-anak belajar. Bisa membantu menjalankan tugas suami dalam menyampaikan banyak hal kepada anak-anak. Namun demikian, sosok suami harus belajar banyak, dan terus belajar. Tak lain tujuannya agar bisa mengajarkannya kepada istri dan anak-anaknya di kemudian hari. 

Bisa dibayangkan apa jadinya ketika dalam keluarga tak ada ilmu, tak ada wawasan, tak ada bekal untuk mengajari anak-anak kita? Bagaimana bisa kita sebagai ayah mencontohkan cara wudlu yang benar jika kita tak tahu ilmunya. Mungkin kita tahu gerakan-gerakan yang harus dipenuhi dalam wudlu, tapi apakah kita juga paham mana yang rukun dan mana yang sunnah? Itulah mengapa sebagai ayah perlu belajar, perlu menimba ilmu, menghadiri majelis ilmu. Agar kita bisa mendidik anak kita dengan baik. 

Itulah mengapa menjadi seorang ayah harus terus belajar, karena beratnya tanggung jawab seorang ayah bukan hanya di duania, tapi hingga akhirat. Jika para ayah tak pernah belajar, bagaimana bisa kemudian mengajarkan ibadah kepada anak-anak dan istri? Apa kelak jawaban yang harus kita berikan ketika ditanyakan "apa yang sudah diajarkan kepada keluarga (anak-anak dan istri) untuk bisa mengenal TuhanNya? Jadi, para ayah, mari terus belajar karena dalam keluarga banyak ilmu yang harus diterapkan, banyak ilmu yang harus ayah sampaikan kepada anak-anak dan istri. ayah ugi

17 comments:

  1. Betul sekali, menjadi Imam itu hal yang sangat berat dan tidak dapat dilaksanakan tanpa ada ilmu, jadi memangs etiap ayah harus punya bekal yang cukup utnuk menjadi Imam agar semua selamat di dunia akhirat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebuah PR besar bagi para lelaki sebelum menjafi seorang suami, dan ayah bagi keluarganya. Semoga semakin ke depan,semakin dipahami peran sebagai seorang kepala keluarga, peran sebagai imam

      Delete
  2. Setuju sekali. Seorang ayah harus belajar supaya bisa memberikan didikan untuk anak-anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap kak. Terima kasih, saya sebagai laki-laki, seorang ayah, kembali diingatkan :D

      Delete
  3. Wah setuju sekali. Apalagi seorang ayah itu jadi panutan dan pemimpin keluarga. Kalau seorang ayah enggan belajar, gimana jadinya keluarganya. Makanya ada idiom: like father like son. Kalau ayahnya baik, niscaya anaknya mengikuti jejaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kak, belajar dari keteladanan seorang ayah. Rumah tempat pendidikan yang utama. Interaksi banyak dibangun di dalam rumah.

      Delete
  4. Pembelajaran memang harus terus dilakukan siapa saja. Bahkan jadi orangtua juga jadi belajar kok. Thanks mba remondernya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama kak. Reminder untuk diri pribadi juga agar lebih aware dengan tugas ebagai suami, bahwa suami bukan sekedar memenuhi nafkah.

      Delete
  5. Suami itu qowwam bagi istri, sekaligus pahlawan dalam pandangan anak-anak. Bekal ilmu memadai harus diberikan kepada keluarga agar selamat dunia akhirat.

    Sayangnya tidak semua ayah punya kesadaran untuk mau belajar, ada yang terlalu fokus pada dunia dan lupa esensi sejatinya sebagai imam.

    Beruntunglah para ayah yang sadar bahwa hidup ada batasan umur sehingga mau terus belajar. Jadi tidak malu dengan pettanyaan yang diberikan malaikat kelak.
    Barokallah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah, betul sekali bunda. Tanggung jawab seorang laki-laki yang dipanggil suami saja sudah banyak, apalagi ketambahan panggilan ayah. Amanah, tugas, dna perannya semakin besar pula. Jadi harus diimbanhi dengan belajar agar bisa mengajarkan.

      Terima kasih insightnya yang luar biasa, dan pesannya bahwa laki-laki selaku pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban.

      Semoga laki-laki yang hadir di keluarga kita dimudahkan dalam mempertanggungjawabkan perannya kelak di akhirat. aamiin

      Delete
  6. Yup, seorang ayah juga harus semangat belajar dong, supaya bisa menularkan kepada seluruh keluarganya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju kak. Biar jadi ayah yang up to date. Dan tentunya bisa jadi guru bagi anak-anak di rumah.

      Delete
  7. menjadi imam itu memang bukan hal yang mudah ya, butuh kekuatan untuk membentuknya dan pastinya harus ada support dari berbagai pihak terutama istri. sehingga dengan menjadi imam yang baik insyallah akan jadi ayah yang baik juga

    ReplyDelete
  8. Jadi lelaki itu memang berat,karena harus jadi imam dalam keluarga, yang tanggung jawabnya gak main2. Istri juga berperan penting tentunya. Semoga kita semua bisa membangun keluarga yang berkualitas dengan kerjasama yang baik anatara suami dan istri.

    ReplyDelete
  9. Peran ayah cukup besar ya, bukan hanya sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah tapi sebagai guru di rumah agar dapat membimbing anak dan istri dengan baik,semoga para ayah sadar akan hal ini

    ReplyDelete
  10. Peran ayah memang sebagai imam bukan hanya berdiri di depan,melainkan di mana saja. Karena kelak seorang ayah akan dimintai pertanggungjawaban.

    ReplyDelete
  11. Bagi saya, ayah itu pahlawan keluarga yang tak pernah berhenti berjuang demi keluarganya. terimakasih atas ulasannya mas, jadi inget momen indah bareng ayah saat masih kecil

    ReplyDelete