Thursday, November 12, 2020

Memaknai Hari Ayah dengan Kehadirannya Dalam Keluarga

Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November, menunjukkan bahwa kehadiran seorang ayah dalam sebuah keluarga sangat dibutuhkan. Keberadaannya dan perannya sangat penting. Ayah bukan sekedar sebutan bagi laki-laki yang sudah membina rumah tangga dan memiliki anak. Namun lebih dari itu, sosok ayah adalah sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga. Tanggung jawab yang bukan sekedar memberikan nafkah, namun juga tanggung jawab untuk melindungi, mengajari, mendampingi, dan membuat perencanaan kemana keluarga akan dibawa.


Ayah dan Kehadirannya dalam Keluarga


Pernahkah kita mendengar istilah Fatherless Country atau banyak yang menyebut sebagai negeri tanpa ayah? Apakah negeri tanpa ayah itu negeri yang hanya dihuni oleh single parent? Negeri yang hanya dihuni oleh kaum hawa? Tidak, Fatherless Country adalah sebuah negeri dimana kehadiran seorang ayah tidak dirasakan oleh anak-anak. 

Penelitian menyebutkan bahwa Indonesia berada dalam 10 besar negara yang masuk dalam kategori fatherless country. Negara yang kehadiran ayah dalam pengasuhan anak sangat minim. Mengapa demikian? Karena ayah hany memahami perannya dalam keluarga sebagai keluarga hanya mencari nafkah, memenuhi nafkah keluarga.

Ayah Irwan Rinaldi, Pakar Pengasuhan Anak menyebutkan bahwa ada peran besar ayah dalam pengasuhan anak. Peran ayah ini diisi dengan kehadiran ayah dalam pengasuhan anak bersama istri. Ayah perlu dan harus hadir dalam pendampingan dan pengajaran anak-anak.

Pengasuhan anak, kita banyak tahu dimasyarakat anak usia dini banyak diasuh oleh para ibu. Mulai dari urusan menggendong, memandikan, menyapi anak, bercerita dan bahkan sekedar menemani anak bermain juga dilakukan oleh pada ibu. Sangat jarang ayah terlibat dalam pendidikan anak mereka.

Masih banyak ayah yang seharusnya menjadi ayah seutuhnya, belum hadir seutuhnya dalam pengasuhan anak. Bahkan mungkin tidak memiliki waktu khusus setiap harinya untuk bersama anak-anak sekedar untuk mendengarkan ocehan mereka, bercanda tawa bersama mereka.


Hari Ayah Nasional
Foto oleh Helena Lopes dari Pexels






Dampak Ketidak Hadiran Ayah

Apa kemudian dampak dari ketidakhadiran ayah ini? Hal paling mendasar adalah tidak terjalinnya kedekatan antara anak dan ayah. Tidak terbangun ikatan emosi anak terhadap ayah. Mengapa? Karena kehadiran ayah adalah dalam bentuk fisik saja, tidak ada jalinan hubungan batin antara anak dan ayah.
Dampak lain ketidak hadiran ayah dalam pengasuhan yaitu, sulitnya membentuk karakter anak yang kuat. 

Begitu penting kehadrian ayah dalam keluarga, di tengah anak-anak. Jika ayah dapat hadir dalam fisik dan batin, maka kehadiran itu akan berbuah manis. Ketika bisa dijalin dengan baik, anak akan belajar menjalankan tanggung jawabnya meskipun ayah tidak hadir dalam fisik pada suatu waktu. Mengapa demikian, karena anak merasakan kehadiran ayah mereka meskipun ayahnya sedang bekerja. Anak akan teringat dengan pelajaran dari ayah, dan akan terekam dengan jelas dalam memorinya. Dan akan selalu dibawa, diingat oleh anak dalam keseharian mereka. Inilah hubungan antara ayah dan anak yang terbangun kedekatan secara fisik dan non fisik (batin). Hubungan dimana keberadaan seorang ayah tetap dirasakan meskipun ayah tidak berada didekatnya.

Selamat Hari Ayah Nasional 12 November 2020. Mari jadikan momentum Hari Ayah Nasional kali ini untuk saling menguatkan dalam keluarga, saling menguatkan peran ayah dan bunda dalam mendidik dan mengasuh anak. Saling berbagi peran untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Ayah dan bunda memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam mengasuh anak. Ayahugi



  
  



36 comments:

  1. Happy fathers day ayah ugi. Semangat menebar kebaikan melalui tulisan"nya

    ReplyDelete
  2. Selamat hari ayah untuk seluruh ayah hebat.. 👍

    ReplyDelete
  3. Selamat hari ayah..ayah ugi dan semua ayah.

    ReplyDelete
  4. Indonesia berada dalam 10 besar Fatherless Country apakah berkaitan urbanisasi dan budaya kapitalis oportunis?

    Mungkin saat ini, termasuk saya sendiri sudah mulai meninggalkan nilai luhur Bangsa Indonesia. Seperti unggah-ungguh dalam adat jawa yang mengatur hubungan anak-orangtua. Sedikit demi sedkit tergerus oleh glamour globalisasi dan mengimpornya tanpa memilah ke Indonesia.

    Terimakasih Ayah Ugi sudah hadir menjadi cahaya dalam kegelapan. Semoga semangat berbagi yang diberikan dapat dirasakan dan menjadi penggerak, baik bagi orang tua maupun calon orang tua. Yakin Indonesia bisa lepas dari status Fatherless Country :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu dikaji lebih lanjut kalau seprti itu, apakah ada kaitan dengan urbanisasi dan budaya luar?
      Untuk lepas, ayah harus kembali memainkan peran, ambil peran dalam pengasuhan anak. Bukan hanya bekerja dan lupa dengan tugas keluarga yang lain. Kak Maul, kita mulai bersama, lakukan bersama.

      Delete
  5. Suami saya adalah salah satu anak yang tidak mendapat kasih sayang dari seorang ayah sedari bayi. Betul memang sangat berpengaruh saat sudah tumbuh dewasa, namun lingkungan juga turut mendukung terkait tumbuhnya karakter seorang yang ditakdirkan hidup tanpa sosok ayah. Sangat menginspirasi sekali postingan ini kak 🥰 Selamat hari ayah 🥰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih bunda Chimoy. Betul bunda, lingkungan juga berpengaruh sekali. Semoga dijadikan keluarga sakinah, mawaddah, wa rohmah, yang senantiasa melahirkan generasi robbani.

      Delete
  6. Jadi berandai-andai, apa jadinya jika kaum ayah melek membangun emosional dg anak. Pasti ada efek luarbiasa dlm kehidupannya. Semangat membersamai anak" BPK" ibu"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah...bunda Windi sudah sejauh itu ya. Saya aminkan semoga seluruh ayah Indonesia kembali kepada perannya.

      Delete
  7. Hai Ayahugi, terimakasih artikelnya. Sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhadmulillah jika bermanfaat Bali Aquatica.

      Delete
  8. Artikel parenting dari sudut pandang ayah yang ditulis oleh seorang ayah ternyata ide yang menarik.

    Sosok ayah sangat dibutuhkan dalam berbagi masalah kehidupan. Karena ayah lebih mampu memberikan pendapat secara logis daripada seorang ibu. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuk bunda. Ayah bukan sekedar tulang punggu keluarga,tapi juga bahu unyuk bersandar bagi istri.

      Delete
  9. selamat hari ayah, bener banget, peran ayah dlm keluarga untuk menjadi role model utama seperti bunda sangat diperlukan, supaya tidak timpang, barakallahu Ayah Ugi

    ReplyDelete
  10. Ya ampun Indonesia ternyata fatherless country ya,, Eh tapi anak saya juga tanpa Ayah sih haha Sulit memang mendidik sendiri tapi kembali lagi ingetin diri teruss tentang komitmen jadi orang tua..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap semangat,doa ibu sangat mujarab juga bunda

      Delete
  11. Saya cuma waktu yang pendek bareng ayah, karena sejak saya kecil beliau sakit sakitan
    Dan meninggal waktu saya masih 4 SD, tapi begitu membekas
    Dia ga pelit pujian, ngajarin saya baca dst... Padahal dalam keadaan sakit tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bunda merasakan peran ayah yang hadir. Semoga ditemoatkan ditempat mulia disisiNya. Aamiin.

      Delete
  12. Saya dulu termasuk kurang mendapatkan pengasuhan dari almarhum bapak karena beliau bekerja di luar kota. Pulang sebulan sekali kadang molor juga.
    Ya walaupun merasa nggak punya figur ayah namun beliau memberikan kenangan yg membekas yaitu selalu membelikan kami majalah bekas sehingga saya jadi suka membaca.
    Itulah sebabnya kenapa sekarang saya ikut terjun mengasuh anak-anak agar mereka tidak mengalami apa yang saya rasakan dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Ayah, insya Allah ini tugas kita para ayah saat ini. Hadir ditengah keluarha, dihadapan anak-anak kita.

      Delete
  13. SELAMAT HARI AYAH!
    Memang peran ayah penting bangetttt dalam hal pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
    semoga ayah2 di Indonesia semakin menyadari hal ini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...terima kasih semangat dan doanya buna

      Delete
  14. Bagi kami, yang harus disyukuri dengan kondisi saat ini.
    Kalau dulu, sosok ayahnya anak-anak sibuk kerja kantoran. .Berangkat setelah subuh, pulang larut malam. Seringkali anak-anak kehilangan sosok ayahnya.

    Kini, dimasa pandemi ini, akhirnya kami berkumpul. Sehingga bisa lebih erat bondingnya.

    Disitulah rasa bersyukur" wajib ditanamkan pada diri kami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bunda, ada suasana keakraban dan kedekatan keluarga yang berbeda saat pandemi ini. Semangat terus bunda

      Delete
  15. saya baru ngeh dengan istilah fatherless country ini. duh semoga masyarakat kita semakin aware akan pentingnya ayah dalam kehidupan berkeluarga. dan saya bersyukur karena mempunyai ikatan yang cukup dekat dengan ayah

    ReplyDelete
  16. Jadi inget ayahku yang dulu ngga pernah punya waktu untuk sekadar liburan di akhir pekan. Tapi makin gede makin sadar sih karena ayah emang ngga punya pilihan lain. Demi hidup enak anak-anaknya :(( Melow deh kak baca ini

    ReplyDelete
  17. waktu kecil saya tidak terlalu mengenal sosok bapak saya karena beliau adalah pelaut. Jarang pulang. Bahkan ada beberapa kejadian saya sempat tidak mengenal wajah beliau saat pulang. Hehehe..

    Tapi beberapa hal yang paling saya ingat dari beliau adalah sholat 5 waktu yang tidak pernah ketinggalan di manapun, meski dalam perjalanan sekalipun, dan etos kerja yang jujur dan adil. Padahal saat itu beliau sudah diangkat jadi manejer personalia, tapi tidak mau menerima calon karyawan yang tidak kompeten meski itu keluarga sendiri dan mau membayar mahal.

    Sampai sekarang pun kedua hal itu selalu saya bawa kemanapun saya pergi. Selamat Hari Ayah!!!

    ReplyDelete
  18. Peran ayah memang terkadang tidak begitu nampak. Namun ayah memiliki peran yang tidak bisa dilupakan dalam keluarga

    ReplyDelete
  19. Aku kalau dengar Bu Elly Risman memaparkan bagaimana negara maju kini fatherless country ini sedih banget.
    Ayah ada namun tiada.
    Semoga para Ayah tetap kembali ke rumah dengan segala kelelahan yang sudah dialami selama bekerja.

    Selamat Hari Ayah.
    Tetap semangat mencari ilmu.

    ReplyDelete
  20. dulu gak ada atau gak familier ya hari ayah ini? taunya hari ibu. adilnya memang harus ada, karena peran ayah juga gak bisa dianggap kecil dlm rumah tangga

    ReplyDelete
  21. memang penting banget ya kehadiran ayah secara fisik dalam tumbuh kembang dan membentuk kepribadian anak. saya sendiri termasuk yang tidak terlalu dekat dengan ayah tapi bukan karena beliau tidak terlalu hadir secara fisik tapi karena karakter ayah yang pendiam banget dan jarang ngobrol sama anak-anaknya

    ReplyDelete
  22. Selamat hari Ayah untuk seluruh Ayah di bumi ini. Saya selalu berdoa dan salut untuk para Ayah yang berjuang tiada henti untuk keluarga. Semoga setiap ayah di bumi ini penuh berkat dan kesehatan ya mbak.

    ReplyDelete
  23. Uhhh, jadi baper baca tulisan ini. Apalagi ayah itu adalah cinta pertama bagi seorang anak perempuan. Dan saya sudah merasakan itu. Selamat Hari Ayah untuk semua Ayah di dunia. Semoga selalu jadi yg terbaik untuk keluarga ❤️

    ReplyDelete
  24. Inspiratif sekali aa' cocok bagi kami kaum adam...menambah wawasan diskusi...nice

    ReplyDelete