Wisuda SDIT Harapan Umat Kalisat 2024

Table of Contents
Tidak terasa sudah mau memasuki tahun ajaran baru. Setiap menjelang kelulusan selalu ada event yang tidak boleh dilewatkan di setiap sekolah, yaitu wisuda.

Hari ini, Sabtu 01 Juni 2024, menjadi waktu yang membuat diri ini kembali ke masa lalu. Masa-masa Sekolah Dasar. Sama seperti wisuda, namun dulu kita mengenalnya dengan acara perpisahan.

Saat acara perpisahan akan selalu ada hal yang membuat kita semua baik guru maupun orang tua memiliki kenangan. Kenangan yang melekat erat di dalam memori. Terus terukir di dalam hati.

Pikiran ini terus melayang. Berkelana melewati dimensi waktu yang sudah terlampau jauh. Entah berapa kilometer jarak yang sudah ditempuh jika menghitung setiap perjalanan yang telah dilalui dari perpisahan hjngga saat ini.

Teringat pula wajah bahagia orang tua, yang waktu itu perpisahan dihadiri oleh Almarhum Bapak saya. Dia begitu setia menunggu hingga acara selesai. Semoga beliau senantiasa diliputi rahmat dan nikmat dari Allah di alam kubur sana. Aamiin.

Kenapa jadi ke mana-mana ya? Yuk kembali ke jalan yang lurus. Kali ini saya mau berbagi oleh-oleh menghadiri Wisuda Akhirussanah III siswa SDIT Harapan Umat Kalisat.
Wisuda SDIT Harapan Umat

Wisuda Akhirussanah SDIT Harapan Umat Kalisat

Perjalanan transformasi ilmu dari guru kepada anak didik selama 6 tahun terasa begitu cepat. Ingin rasanya terus membersamai mereka, namun mereka tetap harus berpisah untuk meraih asa.

Salah satu acara untuk menguatkan kembali kebersamaan antara guru, siswa, dan orang tua adalah Wisuda Akhirussanah. Sebuah momentum bahagia sekaligus mengharukan. Karena ini merangkum 6 tahun dalam satu hari. Merangkai potongan kebersamaan menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi, menguatkan, hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Wisuda kali ini dilaksanakan di tempat yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diselenggarakan di SDIT Harapan Ummat Kalisat. Kali ini, wisuda dilaksanakan di Gedung SMP Islamic International Boarding School Ar Rahman Kalisat, Kabupaten Jember,

Tema yang diangkat, “Membekali Perjalanan Panjang Untuk Rintangan yang Tak Terbilang.” Tema ini diambil seiring dengan besarnya tantangan dunia global yang semakin berat yang harus dihadapi para siswa kelak.

Tantangan ini harus diketahui bersama baik oleh siswa maupun guru. Tantangan akan bisa dihadapi jika sejak dini sudah dibekali hal mendasar sebagai pondasi. Bekal itu adalah bekal pendidikan karakter dan keimanan bagi siswa.

Acara ini dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala Sekolah SDIT Harapan Umat dan perwakilan Yayasan Ar Rahman Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan ujian publik bagi siswa, dan pemberian motivasi.

Untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global, dalam wisuda ini juga dihadirkan dua tokoh yaitu Prof. Dr. Achmad Subagio, dan K.H. Thoha Yusuf Zakaria, Lc.

Yayasan Ar Rahman Indonesia Apresiasi Semua Pihak

Pembina Yayasan Ar Rahman Indonesia
Pembina Yayasan Ar Rahman Indonesia - H.Nanang Moh. nasir
Wisuda Akhirussanah tidak hanya dihadiri oleh Guru, Siswa, dan Orang Tua, namun juga dihadiri oleh Pengurus dan Pelaksana Harian Yayasan Ar Rahman Indonesia. Kehadiran semua menjadikan acara semakin bermakna bagi semua.

Mungkin semua bertanya-tanya, apa hubungan antara Yayasan Ar Rahman Indonesia dengan SDIT Harapan Umat Kalisat. Sebagai informasi, Yayasan Ar Rahman Indonesia, merupakan yayasan yang menaungi beberapa lembaga pendidikan yaitu Preschool Harapan Umat, SDIT Harapan Umat, dan SMP IIBS (Islamic International Boarding School) Ar Rahman Indonesia.

Sambutan Yayasan Ar Rahman Indonesia (YARI), dalam hal ini diwakili oleh Pembina Yayasan. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama dan kebersamaan antara seluruh guru dan orang tua dalam mengantarkan siswa menjadi siswa berprestasi.

H. Nanang Moh Nasir, S.H, begitu bangga atas capaian dari siswa dan siswi SDIT Harapan Umat. Capaian yang bukan hanya prestasi akademik, namun juga prestasi lain untuk kebaikan dna kebahagian di masa akan datang, yaitu prestasi Hafalan Al Quran.

Beliau menyemangati seluruh siswa untuk terus meningkatkan prestasinya termasuk juga Hafalan Qurannya. Menangkap peluang untuk terus meningkatkan taraf pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi melalui jalur prestasi baik akademik maupun jalur beasiswa khusus untuk penghafal Quran.

Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan perkembangan program YARI, salah satunya kesiapan SMP IIBS Ar Rahman Indonesia yang insya Allah per tahun ajaran baru akan segera menempati gedung baru yang saat ini ditempati acara wisuda.

“Alhamdulillah, perjalanan Yayasan Ar Rahman Indonesia terus berusaha memberikan yang terbaik bagi semua, meskipun masih banyak kekurangan, “ ujarnya H. Nanang .

Tidak jauh berbeda dari Pembina Yayasan, Kepala SDIT Harapan Ummat turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak khususnya orang tua dan semua guru. Beliau juga menyampaikan ucapan selamat bagi para siswa yang akan segera melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setelah ini.

“Terima kasih, kami sampaikan kepada ayah dan bunda yang mempercayakan pendidikan ananda kepada kami, SDIT Harapan Ummat. Kami bangga atas apa yang dicapai oleh siswa. Ini semua berkat kerjasama antara guru dengan orang tua dalam mengantarkan ananda, menjadi anak yang berprestasi." Ustaz Juma selaku Kepala SDIT Harapan Umat memberikan sambutannya dengan penuh kebanggaan. 
Dalam sambutannya, Ustaz Juma Usman, S.Ag. memberikan nasihat kepada seluruh siswa agar senantiasa menjaga sholat, hafalan Quran, dan juga ibadah lainnya, serta senantiasa berbakti kepada kedua orang tua.

Ujian Publik Hafalan Quran Siswa

Gedung SMP IIBS Ar Rahman Indonesia
Acara semakin terasa bermakna dengan adanya uji publik bagi para peserta wisuda. Dalam ujian publik di hadapan hadirin ini siswa mendapatkan pertanyaan dari para hadirin baik dari Ustaz, Ustazah, maupun Orang Tua terhadap hafalan yang dicapai oleh para siswa.

Mereka para orang tua terlihat begitu bangga sekaligus terharu atas capaian anak mereka. Pasalnya hingga mereka lulus sudah banyak yang menghafal Al Quran mulai dari 2 juz hingga 6 juz.

Rasa bangga, haru juga ditunjukkan oleh salah seorang guru Qur’an SDIT Harapan.
“Alhamdulillah mereka semua bisa melalui uji publik dengan baik. Semoga menjadi keberkahan tersendiri bagi mereka,“ ujar Ust. Moh. Shobri, selaku Guru Qur'an di SDIT Harapan Umat Kalisat.

Prosesi Wisuda Siswa SDIT Harapan Umat Kalisat

SDIT Harapan Umat Kalisat
Ustaz Juma Usman, S. Ag.
Prosesi yang ditunggu-tunggu dalam event Akhirussanah ini adalah prosesi wisuda oleh Kepala SDIT Harapan Ummat Kalisat.

Dalam prosesi ini satu persatu siswa dipanggil untuk maju ke depan melakukan prosesi wisuda. Setiap dari mereka akan dibacakan curriculum vitae singkat beserta karakter yang tumbuh pada masing-masing siswa.

Di depan undangan, para siswa satu persatu maju dan mendapatkan piagam penghargaan dan plakat. Piagam dan plakat ini diserahkan langsung oleh kepala sekolah.

Berbagai karakter positif terus ditanamkan kepada siswa selama mengikuti pendidikan di SDIT Harapan Ummat Kalisat. Beberapa contoh karakter yang dibangun di antaranya jujur, visioner, ceria, peduli, percaya diri, dan menghargai, tanggung jawab, dan masih banyak lagi. Semua ini ditanamkan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi dunia global yang begitu menantang.

Rasa haru kembali terlihat di wajah para orang tua dan guru, ketika para siswa menyanyikan sebuah lagu yang begitu bermakna. Sebagai ungkapan terima kasih kepada semua guru yang telah membimbing mereka selama ini.

Bekal Siswa Hadapi Tantangan Global

Untuk menguatkan peran orang tua dalam mendukung siswa menjadi siswa yang mampu bersaing dan menghadapi tantangan global yang semakin berat, SDIT Harum Kalisat menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Dr. Achmad Subagio dengan latar belakang akademisi yang merupakan Dosen di Universitas Negeri Jember, dan K.H. Thoha Yusuf Zakaria, Lc, selaku Pengasuh Pesantren Al Ishlah Bondowoso.

1. Hadapi Dunia Global, Bekali Peserta Didik dengan Life Skill dan Ketakwaan

Yayasan Ar Rahman Indonesia Jember
Prof.Achmad Subagio
Prof. Dr. Achmad Subagio, dalam sesinya memberikan gambaran kondisi global yang terus berkembang dengan begitu pesat saat ini. Contohnya adalah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang hadir di berbagai bidang kehidupan.

Beliau melihat Ini merupakan kabar baik, namun juga menjadi tantangan tersendiri bagi semua orang. Khususnya bagi orang tua dan anak.

Dalam kondisi global yang berkembang semakin pesat dan cepat, orang tua tidak cukup hanya membekali siswa dengan akademik, namun juga perlu dibekali life skill, dan menguatkan keimanan, ketakwaan, dan aqidah mereka.

Beliau mengajak semua hadirin agar bisa bijak dalam menyikapi perkembangan yang ada. Jangan sampai pola pikir anak-anak sepenuhnya diubah oleh teknologi. Orang tua harus ikut mengarahkan dna membentengi anak sehingga bisa mengoptimalkan potensi mereka dan mencapai cita.

2. Anak dan Tantangan Global, Jagalah Keluarga

Pengasuh Ponpes Al Ishlah Bondowoso
K.H. Thoha Yusuf Zakaria,  Lc. 
Belum lengkap jika bekal bagi lulusan hanya informasi sifatnya dunia. Mereka juga perlu dibekali bekal akhirat. Untuk itu, pada kesempatan ini juga menghadirkan Abi Thoha, Pengasuh PonPes Al Ishlah, Bondowoso sebagai salah satu narasumber.

Beliau membuka ceramahnya dengan sebuah ayat,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا 
Artinya, Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Beliau menyampaikan bahwa persaingan dan perkembangan dunia global saat ini tantangannya bagi anak lebih berat dari pada bagi orang tua. Kondisi ini saat ini semakin berat ketika para orang tua senang mengajarkan anaknya kepada hal yang tidak baik dan tidak mendidik. Orang tua menjauhkan anak dari surga dan mendekatkan ke neraka.

Ini bisa dilihat dari kondisi yang terjadi saat ini. Orang tua santai saat anak tidak sholat, orang tua membiarkan anak saat tidak membaca Al Quran dan lebih asik dengan gadget mereka.

Tidak hanya itu, tidak jarang juga orang tua mengajarkan anak untuk berbohong. Seperti, saat ada tamu, anak diminta menyampaikan bahwa orang tuanya sedang tidak di rumah. Padahal mereka ada di dalam.

Ini sebuah kondisi yang begitu menyedihkan. Dianggap sebagai hal biasa, dan lumrah di tengah masyarakat kita. Kondisi ini harus diperbaiki, jangan dibiarkan berlarut.

Maka dari itu, beliau berharap semua orang tua kembali memahami bahwa orang tua, khususnya juga ibu-ibu untuk memahami bahwa mereka adalah madrasah yang utama bagi anak.
“Ajarkan anak mengaji, sehingga anak suka mengaji. Berikan teladan pada anak, sehingga mereka tumbuh sebagaimana diharapkan, “ ujar Abi Thoha kepada hadirin.
Abi Thoha begitu orang-orang akrab menyapa beliau juga memberikan nasihat agar orang tua harus betul-betul menjaga hati, aqidah, dan keimanan anak.

Beliau memberikan beberapa resep untuk menjaga hati dengan beberapa ibadah yaitu
  1. Membaca Al Quran dan Maknanya
  2. Sholat Tahajud
  3. Berkumpul dengan orang sholih
  4. Banyak berpuasa
  5. Banyak berdzikir di malam hari kepada Allah
Selain hati, orang tua juga harus menjaga akal anak. Ini bisa dilakukan dengan memberikan sekolah yang tepat bagi anak. Sekolah yang tidak hanya mengajarkan ilmu umum, namun juga pengetahuan keagamaan, dan membangun kekuatan fisik mereka.

Dalam ceramahnya beliau kembali menekankan bahwa orang tua harus menyadari tugas pendidikan bukan hanya tugas guru. Tugas pendidikan juga tugas orang tua.
“Tugas guru mentransformasi ilmu kepada siswa, tugas mendidik bukan hanya tugas guru, tapi juga tugas orang tua. Carilah sekolah yang tepat untuk anak-anak kita. Akan lebih baik, jika pendidikan anak dari SD ke SMP dan ke tingkat atas berkesinambungan. Sehingga ilmu yang didapat bisa terus bertambah, “ ucapnya kepada semua undangan.
Beliau berharap semoga anak-anak menjadi anak yang sejuk dipandang, yaitu anak yang ahli Quran, ahli ibadah, ahli tahajud, dan berakhlak mulia.

Membekali Perjalanan Panjang Untuk Rintangan yang Tak Terbilang

Rintangan dan tantangan era global akan semakin berat bagi anak-anak kita. Lebih berat dari yang dihadapi oleh para orang tua di zamannya. Untuk itu diperlukan bekal khusus bagi mereka agar dapat menghadapi tantangan itu kelak.

Bekal itu tidak cukup hanya bekal pengetahuan umum, namun juga perlu bekal agama yang bisa menjaga dan menguatkan akidah, dan keimanan mereka agar tidak tergerus oleh globalisasi yang semakin tak terbendung.

Menanamkan karakter positif kepada siswa juga harus dilakukan baik oleh sekolah dalam hal ini oleh guru, maupun oleh orang tua.

Sudah siapkah anak kita menghadapi dunia global yang begitu penuh tantangan dan rintangan? Carilah sekolah yang tidak hanya menumbuhkan sisi akademis, namun juga memberikan bekal pendidikan karakter bagi mereka.

Post a Comment