Friday, December 11, 2020

,
Indonesia sebagai negeri yang kaya raya menyimpan banyak kebaikan alam yang memiliki banyak manfaat. Diantara kekayaan yang dimiliki negeri ini adalah rempah-rempah yang dihasilkan. Rempah memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, baik untuk bumbu ataupun minuman kesehatan, seperti kunyit dan jahe. Sebagai minuman kesehatan, rempah memberikan kebaikan alami bagi kesehatan tubuh.

Minuman berbahan kunyit dan jahe sebagai minuman herbal disukai banyak orang. Bisa dengan membeli dari penjual jamu keliling atau membuatnya sendiri. Seperti kebanyakan orang saya juga sangat menyukai minuman ini.  

Namun kebiasaan itu sedikit terhambat saat pandemi melanda. Para penjual jamu yang biasa melintas di jalan depan rumah tak lagi ditemui. Agar tetap bisa mengkonsumsi minuman tradisional ini, tak ada pilihan lain selain membuat sendiri di rumah.

herbadrink
Foto oleh Sugianto
Membuat minuman sendiri, sungguh membutuhkan energi dan waktu yang cukup menyita. Mulai harus belanja bahan, membersihkan, dan mengolahnya, sangat memakan waktu. Ujung-ujungnya tidak langsung diminum karena kelelahan setelah membuatnya. Bisa dibayangkan, lagi ingin minum jahe harus membuat dulu. Hilang selera karena kelamaan menunggu.

Saat berbincang dengan istri, kamipun mencoba mencari-cari produk yang menyediakan minuman herba siap konsumsi dan tentunya praktis untuk dibawa kemana-mana. Setelah sekian lama, dapatlah satu produk minuman herbal  yaitu herbadrink

Herbadrink
Foto oleh Sugianto
Produk ini memiliki beberapa varian rasa seperti sari temu lawak, kunyit asam sirih, beras kencur, kopi dengan ginseng, lidah buaya, wedang uwuh, kunyit asam, sari jahe, dan chrysanthemum. Ada juga beberapa varian yang sugar free. Jadi bagi yang sedang tidak konsumsi gula tetap bisa menikmati minuman ini. Istripun langsung melakukan pemesanan secara online minuman kesukaan yaitu kunyit asam dan sari jahe ditambah satu varian lagi artisan tea, chrysanthemum.  

Herbadrink
Foto oleh Sugianto
Beberapa hari kemudian pesanan tiba di rumah. Kamipun langsung menyeduhnya sesuai dengan selera masing-masing. Istri menyeduh satu sachet kunyit asam, saya langsung menyeduh jahe. 

Bagaimana rasanya? Hmm...aroma jahenya begitu terasa. Saat serbuk dituang ke dalam cangkir, langsung tercium aroma khasnya. Pun saat diseduh dengan air panas, aromanya semakin semerbak. Apalagi ketika diseruput selagi hangat, rasa khas dan pedasnya jahe sangat terasa. Badan menjadi terasa hangat, terlebih di cuaca dingin saat musim hujan seperti sekarang.

Krisan Herbadrink
Foto oleh Sugianto
Oh iya, keesokan hari, sengaja memulai pagi dengan menyeduh Chrysanthemum. Aroma khas bunga krisannya begitu terasa pada setiap tegukan, rasa manisnyapun pas di lidah. 

Kehadiran produk ini sangat memudahkan dan memberi manfaat. Tak perlu capek-capek untuk membuat dengan proses yang cukup panjang saat ingin meminumnya. Satu lagi, tak perlu repot pergi ke pasar untuk membeli bahan mentah, sehingga mengurangi resiko penyebaran virus yang sedang merebak. 

Bagi daya tahan tubuh, tentu tidak diragukan bagaimana manfaatnya. Jahe, kunyit, dan rempah lainnya sangat bermanfaat untuk imunitas tubuh. Pas sekali, saat pandemi seperti saat ini kita bisa tetap beraktivitas dan menjaga serta meningkatkan imunitas tubuh dengan herbadrink kemasan sachet. Mudah dibawa, mudah dirasakan manfaatnya, harganyapun sangat terjangkau.  

Friday, December 4, 2020

,

Bermula dari keinginan untuk kembali membaca beberapa ulasan di Kelas Online Cerpen dan Novel Forum Lingkar Pena, saya serasa diberikan petunjuk untuk bisa menimba ilmu langsung dari orang-orang terpilih dengan karyanya yang banyak menginspirasi. Saat berselancar inilah saya kemudian dipertemukan dengan sebuah flyer tentang Parade Gagasan Literasi untuk Indonesia. Tanpa berpikir lama saya langsung melakukan registrasi pada link yang disediakan panitia. Setelah beberapa kali menanti, waktu yang ditunggu - tunggupun tiba. 


Sungguh akhir pekan yang sangat berkesan dan penuh ilmu di dalamnya. Ada rasa bangga dapat bergabung dalam acara yang dihelat Forum Lingkar Pena yang bertujuan membumikan gerakan literasi dengan menyelenggarakan Parade Gagasan Literasi untuk Indonesia secara virtual berbasis zoom dan youtube yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai penjuru tanah air bahkan dari luar negeri.

 

Parade Gagasan Literasi Untuk Indonesia

forum lingkar pena
Foto diambil oleh Sugianto

Parade Gagasan Literasi merupakan rangkaian kegiatan silaturrahim nasional FLP 2020. Silaturrahiim Nasional diselenggarakan satu tahun sebelum pelaksanaan Munas FLP. Di dalamnya membahas tentang pemantapan pelaksanaan Munas yang akan diselenggarakan pada 2021.

 

Parade Gagasan Literasi untuk Indonesia yang dilaksanakan secara virtual pada 29 November 2020 menjadi kesempatan yang luar bisa. Dihadiri para penulis ternama dengan karya – karya yang menginspirasi banyak orang.

 

forum lingkar pena
Foto diambil oleh Sugianto

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Umum FLP. Dalam sambutannya, Afifah Afrah sangat bersyukur atas terselenggaranya acara yang berkualitas, luar biasa karena dapat mengumpulkan dan menghadirkan para senior FLP, yang karya-karyanya sudah diakui. Ia mengutip apa yang disampaikan oleh Ketua Ikapi, Aris Hilman bahwa untuk membumikan literasi bukanlah pekerjaan mudah.

 

Acara inti kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi yang mana setiap sesi memiliki tema tersendiri. 


1. Transformasi Media pada Bahan Literasi Anak (Ali Muakhir)

anak
Foto screenshot materi narasumber

Ali Muakhir adalah seorang penulis cerita anak yang telah banyak menghasilkan karya cerita anak. Karyanya sangat membantu para orang tua dalam menyediakan bahan literasi bagi anak-anak di rumah. Kang Ali, sapaan akrabnya, pada kesempatan ini sesuai dengan yang passion-nya di dunia anak-anak membahas tentang Transformasi Media pada Bahan Literasi Anak. Kang Ali mengulas dengan santai dan mendalam tentang apa transformasi dan literasi, bahan literasi dan bahan literasi anak, pentingnya transformasi pada bahan literasi anak, dan bentuk transformasi bahan literasi pada anak. 


Editor dan konsultan penerbitan ini juga mengemukakan beberapa alasan mendasar mengapa perlu transformasi pada bahan literasi anak yang meliputi:

  1. Zaman telah berubah. Perkembangan teknologi yang semakin cepat, dan anak-anak saat ini sudah lekat dengan gadget, sehingga membutuhkan bahan tontonan, pembelajaran yang bersifat virtual, audio visual.  
  2. Perkembangan pesat metode pembelajaran, dimana saat pandemi semua aktivitas, metode pendidikan, berubah menjadi berbasis online. 
  3. Saat ini teknologi berada dalam genggaman tangan. 
  4. Tidak ada lagi batas tempat, ruang, dan waktu.
  5. Kemampuan anak lebih optimal. Dengan adanya pilihan bahan literasi anak yang tepat akan mengoptimalkan kemampuan mereka, karena tidak semua yang tersaji dalam dunia internet itu benar.

 

2. Menulis Untuk Menyembuhkan (Setiawati Intan Savitri)

Sehat mental
Foto screenshot materi narasumber

Materi yang tak kalah menarik dari sebelumnya yaitu Menulis Untuk Menyembuhkan. Dr. Setiawati Intan Savitri, M.Si. dalam presentasinya memaparkan bahwa menulis dapat dijadikan sebagai media terapi. Mengapa demikian, karena dengan menulis, seseorang yang mempunyai masalah berarti memproses emosinya dengan bercerita melalui menulis, sehingga masalah tidak disimpan dan tidak menambah beban psikologis.

 

Pemilik nama pena Izzatul Jannah ini juga memaparkan bahwa bercerita dan menulis cerita  memiliki efek membuka diri, mencurahkan perasaan dan pikiran (Prosesing Emosi), eksternalisasi masalah, menemukan sebab-akibat, berpikir secara runtut, terstruktur, mengaktifkan metakognisi (berpikir atas aktivitas berpikir), menemukan makna/solusi.

 

Penulis yang sudah menekuni menulis sejak 2001 ini menekankan pada para penulis untuk aware bahwa menulis harus memberikan manfaat, menulis harus memiliki nilai-nilai tertentu. Ia menambahkan bahwa penulis adalah profesi yang unik,  yang jika dilakukan dengan benar dapat memberikan dampak kesehatan baik kesehatan mental maupun kesehatan finansial. Gimana menarik bukan menjadi penulis? Ingat pesan  bunda ya, menulis memberikan manfaat dan memiliki nilai-nilai.

menulis
Foto screenshot materi narasumber

Cara agar menulis dapat menyehatkan mental adalah dengan meluweskan diri. Hal yang bisa dilakukan dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan dengan menggunakan beberapa point of view (POV) seperti POV orang pertama (Saya, Aku), POV orang kedua (Kamu, Kau), dan POV orang ketiga (Dia, Nama Tokoh). Misal, seseorang memiliki masalah dan dia menggunakan POV orang pertama yaitu saya atau aku. Nah, sebenarnya saat menuangkannya dalam cerita, si penulis melakukan self distancing yang akan memberikan self distancing effect (efek menjaraki diri) yaitu emosi menjadi berkurang intensinya. 


Setelah pemaparan dari dua nara sumber pada sesi pertama, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Menariknya materi yang disampaikan membuat chatbox baik pada zoom maupun youtube dibanjiri oleh banyak pertanyaan peserta.

 

 3.  Strategi Kreatif Pembelajaran Apresiasi Sastra Secara Daring (Helvi Tiana Rosa)

Helvi tiana rosa
Foto screenshot materi narasumber

Helvi Tiana Rosa, sebagai pemateri ketiga tampil dalam parade membahas tentang Strategi Kreatif Pembelajaran Apresiasi Sastra Secara Daring. Materi ini sangat pas dengan beliau yang memiliki latar belakang sebagai Dosen di Fakultas Bahasa dan Seni UNJ. Selain sebagai pengajar, penulis 65 buku dan Founder Forum Lingkar Pena ini juga pernah duduk di Dewan Kesenian Jakarta, Majelis Sastra Asia Tenggara, dan Komisi Seni Budaya MUI.

 

Penulis yang meraih banyak penghargaan ini memulai sesinya dengan memaparkan makna sastra bagi dirinya. Dengan gaya puitisnya, beliau menyampaikan: 

"Sastra itu cinta"

“Sastra adalah kehidupan. Belajar sastra adalah belajar kehidupan."

Sesuai dengan judul, Strategi Kreatif Pembelajaran Apresiasi Sastra Secara Daring, ia membahas dengan mengulas kembali tujuan pembelajaran sastra dan manfaat belajar sastra dan tingkatan apresiasi sastra. Ia mengemukakan bahwa ada beberapa tingkatan apresiasi sastra, yaitu

  1. Menggemari
  2. Menikmati
  3. Bereaksi
  4. Berkreasi

Mengajar adalah seni, sehingga dalam pembelajaran sastra seorang pengajar harus mampu memunculkan kreativitas, dan keterampilan.


Masih banyak lagi pembahasan yang dipaparkan oleh perempuan yang menjadi 1 dari 20 tokoh Indonesia yang masuk dalam daftar 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2020/2021 versi RISSC Jordan. Mulai dari strategi pembelajaran sastra di era pandemi, cara mengakrabi sastra zaman now dan mengajarkan apresiasi sastra.

 

Penulis yang karyanya banyak diterjemahkan dalam bahasa asing dan difilmkan ini juga menuturkan bahwa pembelajaran apresiasi sastra membutuhkan banyak kreativitas.

 

Ia mengungkapkan bahwa hasil pembelajaran apresiasi sastra dapat dijadikan konten positif yang bisa menjadi cikal bakal munculnya industri kreatif. Dia memberikan contoh bagaimana puisinya menjadi musik. Ia juga memberikan contoh bagaimana "Hayya" bisa menjadi Novel, Musik, Puisi, bahkan Film.

 

Ada kalimat luar biasa yang diutarakan oleh Helvi Tiana Rosa di akhir presentasinya, yaitu:

 

Mengajar adalah sebuah pertunjukkan yang harus menarik, dan disampaikan sepenuh cinta!

 

Cinta sama dengan sastra: membutuhkan apresiasi, kreasi dan ekspresi.

 

4. Prinsip dan Karakter Sastra Islami (Habiburrahman El Shirazi)

Habiburrahman El Shirazy
Kang Abik saat menjadi narasumber dalam parade gagasan literasi

Parade Gagasan Literasi berikutnya mengangkat tema Prinsip dan Karakter Sastra Islami. Sosok yang didapuk untuk menjabarkan sastra dengan tema tersebut adalah Habiburrahman El Shirazy. Siapa yang tak mengenal novelis satu ini. Karyanya diminati banyak orang dan banyak kalangan. Novel-novelnya  mendapatkan tempat tersendiri dihati pembaca, terlebih saat novel-novel tersebut disajikan dalam bentuk film yang sangat menarik perhatian masyarakat. Diantara karyanya yang fenomenal adalah Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, dan Dalam Mihrab Cinta, serta banyak karya lain yang dihasilkannya dan menjadi media syiar islam.

 

Karya sastra
Foto screenshot materi narasumber

Dalam pembahasan Prinsip dan Karakter Sastra Islami, dai sekaligus sutradara yang akrab disapa Kang Abik ini memaparkan sebelas karakter tulisan islami, diantaranya:

  1. Sastra Rabbani.
  2. Sastra yg komitmen pada Islam.
  3. Sastra yang komprehensif dan universal.
  4. Sastra yang seimbang dan proporsional.
  5. Sastra yang manusiawi.
  6. Sastra yang sadar sepenuhnya.
  7. Sastra akhlak mulia dan fitrah yang lurus.
  8. Sastra yang bertujuan baik dan membangun.
  9. Sastra yang terang dan jelas.
  10. Sastra yang inklusif dan inovatif.
  11. Sastra yang realistis.

 

Dalam penjelasannya peserta seakan diajak untuk bersama-sama kembali melihat sejarah islam. Kang Abik dalam acara ini betul - betul membuka mata dan telinga serta hati peserta tentang sejarah sastra islami. Lulusan Universitas Al Azhar , Kairo - Mesir ini menguak sebuah peristiwa sastra islami yang sangat dahsyat yang tak ada tandingannya, yaitu peristiwa turunnya Al Quran.

 

5. Writers in Residence (Asma Nadia)

Asma Nadia saat berbagi pengalaman sebagai Writers in Residence

Semua orang pasti memiliki impian untuk keliling dunia. Bagaimanapun caranya semua pasti akan berusaha untuk mencapainya dengan menjalani prosesnya sendiri. Dalam parade gagasan literasi ini juga membahas tentang Writers in Residence. Materi ini disampaikan oleh Asma Nadia, salah satu penulis kawakan di FLP. Dalam sesinya pemilik karya "Assalamu'alaikum Beijing" ini banyak menceritakan perjuangan dan pengalamannya dalam program Writers in Residence di berbagai negara seperti Korea, Swiss, Barcelona, dan Hongkong.

 

Pengalaman yang diimpikan oleh banyak penulis untuk bisa keliling dunia. Bergabung dengan artis, dan seniman dari berbagai negara dalam satu forum.

 

Berhubungan dengan Writers in Residence, penulis cerpen dan novel ini memberikan informasi kepada para penulis untuk mempersiapkan sebaik mungkin dengan membuat membuat portofolio karya, mencari karya terbaik dan menterjemahkannya agar dapat dibaca tidak hanya oleh orang Indonesia, dan yang juga menjadi bagian penting adalah memastikan  program yang diikuti  benar-benar tidak membayar.


Pemilik nama Asmarani Rosalba juga berpesan kepada para penulis untuk dapat menyerap banyak hal saat mengikuti program dan berusahalah untuk mengerti keadaan dimana kita berada dan dengan siapa disana. Temukan banyak pelajaran saat berada di negeri orang, gunakan waktu sebaik mungkin untuk dapat menggali sebanyak mungkin informasi baik dari cerita, mengamati kebiasaan atau budaya masyarakatnya, dan lain sebagainya.

 

Ia memberikan semangat kepada para penulis untuk terus berkarya, menghasilkan karya terbaik, karena tidak ada yang tahu karya mana yang menjadi jalan sukses. Diakhir sharing-nya beliau menyampaikan kepada penulis yang berkesempatan untuk mengikuti program ini untuk menjaga nama baik negara, agama, citra dan nama baik penulis lain dengan menunjukkan sikap yang baik, dan bersahaja. Terlebih sebagai penulis muslim.


6. Literasi dan Pop Culture

Culture, Budaya
Foto screenshot materi narasumber

Literasi dan Pop Culture adalah materi keenam dalam Parage Gagasan Literasi. Tema ini disampaikan oleh Sinta Yudisia, S.Psi. M.Psi Psikolog. Penulis kelahiran Yogyakarta  pada 1974 silam ini pada kesempatan yang luar bisa tersebut banyak membicarakan tentang budaya dari negara yang dikunjunginya. Psikolog satu ini juga sudah menjejakkan kakinya ke beberapa negara seperti Maroko,  Gaza, Jepang dan Korea.

Dengan menjadi penulis dan meniatkan sebagai dakwah, maka setiap huruf akan menjadi doa kepada Allah. Tancapkan niat mulai sekarang impian yang besar bukan sekedar ke Korea, namun jika Allah berkehendak bisa menjadi Peraih Nobel.

Sungguh sebuah bait indah yang menguatkan hati setiap yang membacanya. 


Pada sesi ini beliau banyak membahas tentang Korea dan Jepang. Mengapa demikian, karena ini salah satu konsen beliau, mengamati budaya-budaya Korea dan Jepang. Tak hanya menikmati karya tulis karya penulis top di kedua negara tersebut, namun juga mempelajari bagaimana budaya pada kedua negara tersebut. 


Ia mencontohkan bagaimana K-POP yang saat ini begitu popular di masayrakat Indonesia, khususnya kalangan millenial. Ia memaparkan bahwa untuk mengetahui kesuksesan suatu negara sebagai penulis harus memperbanyak wawasan. Misal penulis ingin mempelajari tentang Korea, maka jangan hanya mencari K-Pop nya karena lagi naik daun, namun carilah buku-buku yang dapat menambah insight. Pelajari bagaimana Korea bisa maju dalam berbagai aspek, baik budaya, teknologi, musik, film. 


Ketika berada di Korea, Bunda Sinta banyak mengamati kebiasaan masyarakatnya. Dari pengamatannya dia menemukan sesuatu yang berharga yaitu kebiasaan membaca. Orang-orang di negeri ginseng ini memiliki kebiasaan selalu membawa dan membaca buku meskipun di luar rumah.

SM Town
Foto screenshot materi narasumber

Ia mencontohkan kondisi yang ada di Korea. Disana terdapat mall besar yaitu SM Town, yang merupakan salah satu destinasi baik turis lokal maupun mancanegara. Ada hal menarik di mall ini, dimana di dalamnya terdampat perpustakaan dua lantai dengan puluhan ribu koleksi buku. Starfield Library ini dapat diakses dengan mudah dan wisatawan bisa masuk secara gratis. 


Bisa dibayangkan bagaimana perhatian negara ini terhadap literasi, hingga di mall pun terdapat perpustakaan megah dengan koleksinya yang luar biasa. Bunda Sinta menyampaikan, bahwa pengunjung yang mengunjungi mall pasti juga akan mengunjungi perpustakaan ini, entah mereka turis, anak muda yang lagi memadu asmara, siapapun itu mereka akan memegang buku dan membacanya. 


Bagaimana penulis 22 Novel  ini bisa menjejakkan kakinya di Korea, apa yang bisa mengantarkannya ke negeri ginseng ini? Cerpen. Ya, sebuah cerpen tentang korea yang dia tulis dalam waktu sudah cukup lama. Namun cerpen lama tersebut ternyata lolos dalam seleksi dan mengantarkannya ke negerinya Hun Bin salah satu aktor dalam Hallyu. 


Untuk itu dia mengajak seluruh penulis untuk terus berkarya, semakin bersamangat ketika mendapatkan kritik, dan mulailah memiliki rencana untuk dapat menggapai impian. Karena tanpa rencana impian yang akan dicapai akan tinggal angan belaka.


Juara nasional IBF Award untuk Novel Terbaik pada 2019 ini menyampaikan beberapa poin yang harus dimiliki oleh penulis, diantaranya :

  1. Menjaga niat karena Allah.
  2. Berusaha untuk senantiasa fokus.
  3. Miliki intermediate target, pelajari  hal-hal yang dapat mendukung kesuksesan.
  4. Berbesar hati dalam menerima kritik, karena kritik bukanlah sebuah bencana.


7. 7. Traveling dan Budaya Literasi Global

Travel
Foto screenshot materi narasumber


Tema Traveling dan Budaya Literasi Global merupakan materi literasi terakhir dalam rangkaian Parade Gagasan Literasi untuk Indonesia. Dewan Pertimbangan FLP 2017-2021, Rahmadiyanti Rusdi hadir secara khusus untuk memberikan penjelasan tentang beberapa pokok bahasan yaitu:

1. Sastra Perjalanan 

Sastra perjalanan merupakan jenis sastra yang berusia hampir sama dengan karya sastra itu sendiri. Dalam penjabarannya dia menerangkan linimasa berisi karya - karya luar biasa dari para penulis pada setiap zamannya. 


Dalam presentasinya dia menyebutkan bahwa sastra perjalanan ini berkembang pesat ketika bangsa - bangsa Barat melakukan dan eksplorasi ke berbagai belahan dunia untuk berbagai kepentingan seperti petualangan, perdagangan, hingga kolonialisme.


2. Perjalanan Sastra

Dalam menghasilkan karya sastra ini penulis dapat melakukan perjalanan langsung ataupun tidak langsung dengan banyak membaca literasi. Perjalanan sastra tidaklah harus melakukan perjalanan secara fisik. Beberapa contohnya penulis dalam perjalanan sastra ini adalah:
  1. Hamka dengan karyanya Di tepi sungai Dajlah, 4 bulan di Amerika, dan Tafsir Al Azhar.
  2. Hatta dengan karya Indonesia Vrij.
  3. Soekarno dengan karyanya berupa pidato menentang kolonialisme dan imperialisme yaitu Indonesia Menggugat.
  4. Mochtar Lubis dengan karyanya Catatan Subversif.
  5. Pramoedya A. Toer dengan karyanya Tetralogi Pulau Buru. 


Acara Parade ini ditutup dengan launching Majalah Forum Lingkar Pena, Aplikasi Rumah Cahaya Forum Lingkar Pena yang dapat diunduh di app store, dan yang tak kalah mengesankan yaitu launching Komite FLP untuk Palestina yang bertujuan untuk menggaungkan kepedulian dan keberadaan Palestina dalam berbagai aspek melalui literasi. 


Menikmati pemaparan setiap pemateri yang memiliki keunikan masing-masing menjadikan peserta tidak merasa bosan dan monoton. Seperti menikmati sebuah sebuah film yang luar biasa, berpindah dari satu adegan ke adegan lain. Menjadikan setiap yang menikmati enggan berpindah dan meninggalkan kursi walau sejenak.


Sangat bersyukur bisa hadir ditengah-tengah penulis dengan dedikasi yang totalitas dalam dunia literasi. Setiap pribadi saling melengkapi informasi, saling menguatkan untuk dapat mewujudkan mimpi. Semoga diberikan kekuatan untuk mengikuti jejak mereka, yang secara optimal menggali potensi untuk menguatkan prestasi yang senantiasa menghadirkan inspirasi.   


Saya yang belum menjadi anggota Forum Lingkar Pena, selalu dibuat terkesan dengan acara-acara yang diadakan, baik seminar, maupun kelas-kelas online. Setelah Parade Gagasan Literasi, sayapun mencoba menguatkan diri, memantapkan diri untuk dapat belajar lebih dalam dunia kepenulisan bersama Forum Lingkar Pena.  



 

 

 

Thursday, November 26, 2020

,

Menjadi Penulis adalah impian semua orang. Mereka ingin memiliki karya yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Kita yang memiliki keinginan tak perlu khawatir untuk bisa mencapai impian itu. Kita beruntung di era digital ini banyak sekali kelas online yang menawarkan Online Writing Class, salah satunya seperti kelas yang saya ikuti. Kelas menulis online yang diselenggarakan oleh The Jannah Institute


Saat ingin menjadi penulis, sering kali kita membayangkan bahwa untuk menjadi seorang penulis harus betul-betul memiliki bekal ilmu yang banyak, memiliki setumpuk pengalaman, dan perlu belajar dari satu group ke group lain, dari satu tempat ke tempat lain. Saking asiknya belajar, sampai lupa cara untuk memulai menjadi seorang penulis. Anda juga pernah mengalami hal ini? Udah tahu ilmunya, udah paham cara menulisnya, tapi belum menghasilkan tulisan? Apa yang salah sehingga kita tidak bisa memulainya?


Untuk menjawab pertanyaan  atas, The Jannah Institute melalui Online Writing Class (OWC) dengan mentor PritaHW melakukan penggalian informasi yang berfokus pada pengalaman terbaik para peserta. Mentor mengajak peserta untuk berbagi informasi tentang pengalaman menulis, dan yang paling berkesan dari pengalaman yang dialami. Pendekatan dengan menggali informasi berkaitan dengan pengalaman terbaik peserta ini dikenal dengan pendekatan appreciative inquiry.


Appreciative Inquiry

Mengutip dari laman Benedectine University disebutkan bahwa "Appreciative Inquiry (AI) is a strengths-based, positive approach to leadership development and organizational change." 

(Appreciative Inquiry (AI) adalah sebuah pendekatan positif dalam pengembangan kepemimpinan dan perubahan organisasi yang fokus pada kelebihan atau pengalaman-pengalaman yang baik menguatkan.)


AI sebagai sebuah pendekatan dapat digunakan dalam mengembangkan diri, kepemimpinan ataupun perubahan organisasi. Sehingga pendekatan ini dapat diterapkan baik untuk individu, tim, organisasi atau masyarakat umum untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik dengan terus melakukan inovasi berdasar kelebihan yang dimiliki.

Alur Belajar
Ilustrasi Materi Preview OWC3

Appreciative Inquiry memiliki empat siklus yaitu:

1. Discovery (Menemukan): Tahap ini berisi kegiatan mengeksplorasi pengalaman terbaik dari seseorang atau suatu organisasi.

2. Dream (Memimpikan) : Tahap ini mengarahkan peserta untuk membayangkan atau meneropong tujuan yang ingin dicapai dimasa mendatang.

3. Design (Mencipta): Tahap dimana peserta merancang masa depan dengan menggunakan pengalaman terbaik yang mereka miliki.

4. Design (Melahirkan Inovasi): Tahap ini merupakan tahap penerapan rencana dan strategi yang sudah dirancang pada tahap sebelumnya untuk melahirkan sebuah inovasi atau melakukan perbaikan dari sebelumnya.  


Penerapan AI di kelas OWC sudah terasa dan terimplementasi pada awal sesi pengenalan freelance writing. Pritahw selaku mentor sejak awal kelas membangun interaksi dengan peserta. Komunikasi dua arah dengan peserta dapat tebangun dengan baik meskipun kelas ini dilaksanakan secara daring (online).


Memulai kelas dengan perkenalan pasti sudah menjadi keharusan. Tujuan untuk membangun keakraban dan saling mengenal satu sama lainnya. Namun perkenalan disini berbeda dari biasanya. Jika diawal pertemuan hanya diperkenalkan nama oleh mentor. Maka dalam kesempatan belajar kepenulisan peserta diberikan waktu untuk memperkenalkan diri secara lebih mendalam.


Pada sesi berbagi pendapat tentang freelance writing, cerita pengalaman pribadi peserta berhubungan dengan kepenulisan seperti pengalaman menulis yang pernah dilakukan, pengalaman paling berkesan saat menulis atau hal yang paling yang paling berkesan dari menulis semisal penghargaan atau lainnya.


Waktu yang terbatas karena malam hari, tak menyurutkan semangat mentor untuk berbagi. Ketika mentor bersemangat, tentu peserta akan lebih bersemangat. Terlihat dari antusiasme peserta baik dari dalam ataupun luar negeri. Perbedaan waktu tak menyurutkan peserta dari Singapura dan Korea untuk berjuang menahan kantuk dalam kelas. Terbukti mereka masih bersemangat dan tetak aktif di kelas online dengan wajah yang segar.

Menulis
Ilustrasi Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels

Freelance Writing

Freelance Writing menjadi topik pembahasan berikutnya setelah sesi sering bersama peserta.

Dalam sesi ini, Pritahw menjelaskan bahwa freelance writing atau menulis lepas adalah sebuah aktivitas menulis lepas yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja,dimana saja tanpa terikat kontrak dengan suatu perusahaan. Dimana seseorang bisa menulis apa saja, untuk siapa saja sesuai tema yang ditentukan, dan kemudian akan dibayar sesuai dengan pekerjaan yang diselesaikan untuk seseorang.


Jadi jelas dari pembahasan diatas bahwa freelance writing (menulis lepas) adalah pekerjaan yang tidak terikat pada satu klien saja, dan ketika selesai melakukan pekerjaan kita, maka akan mendapatkan hak sesuai dengan kesepakatan. Oh ya, freelance writing itu aktivitas menulisnya, sedang orangnya disebut freelance writer (penulis lepas). Meskipun lepas, freelance writer tetap bekerja secara profesional. Gimana menarik bukan menjadi seorang freelance writer?

Ilustrasi Foto oleh Suzy Hazelwood dari Pexels

Jenis Freelance Writer

Sudah tahu tentang freelance writer? Tertarik menjadi freelance writer? Siapa saja yang termasuk dalam freelance writer? Satu persatu dibahas dalam kelas OWC3 seperti berikut:

1. Book Writer

Sesuai namanya, Book Writer (penulis buku) adalah mereka yang menulis sebuah karya untuk diterbutkan dalam bentuk buku baik genre fiksi (novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi) ataupun nonfiksi tentang success story, biografi, dll. 


2. Ghost Writer

Ghost writer atau penulis siluman /bayangan adalah penulis yang menuliskan gagasan orang menjadi sebuah karya. Namun demikian, nama penulis tidak muncul dalam karya tersebut. Contohnya berupa autobiografi, biografi, dll.


3. Content Writer

Penulis konten yang menulis untuk blog atau portal tertentu seperti menulis untuk blog lain, untuk portal publik seperti pada beberapa situs.


4. Copy Writer

Copy writer adalah penulis yang menulis untuk tujuan  sebagai iklan atau untuk tulisan promosi. Contohnya tulisan dalam iklan, company profile, ataupun brosur, dan lainnya.


5. Citizen Journalist/Contributor

Mereka adalah penulis yang menulis sebagai kontributor pada suatu media misal pada majalah, surat  kabar, media online/portal.


6. Travel Writer

Travel writer  adalah penulis yang menulis dalam bentuk catatan perjalanan. Di dalamnya menceritakan banyak sekali informasi yang sangat berharga bagi semua orang. Sehingga mereka yang belum pernah tahu informasi tertentu dapat terbantu dengan adanya informasi ini.


7. Professional Bloger

Bloger derwasa ini sudah banyak berkembang di masyarakat, utamanya dikalangan milenial.  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai professional bloger diantaranya:

1. Miliki personal branding yang kiat

2. Memiliki self domain

3. Padukan dengan niche (tema) yang sesuai personal branding.

4. Memiliki konsistensi

5. Menjadi tech savvy.

Tahan Menulis
Ilustrasi Foto oleh Cytonn Photography dari Pexels


Penulis Perlu Tahu

1. Kebiasaan Penulis

Sudah tahu tentang freelance writing dan jenisnya, lantas apa saja yang perlu dipahami dan dilakukan oleh seorang penulis?

Sebagai penulis banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendukung tulisan, diantaranya:

1. Banyak membaca baik teks ataupun fenomena yang ada di masyarakat.

2. Perbanyak interaksi dengan orang lain atau lingkungan sekitar.

3. Menyediakan waktu khusus untuk berpikir, dan merenung.

4. Bermain dalam imaginasi

5. Memiliki sesuatu yang rasanya harus diledakkan.

6. Ada rasa senang dan bangga ketika bisa mempengaruhi orang lain dengan hasil pemikirannya yang dituangkan lewat tulisan.

7. Pekerjaan menulis adalah mudah.

8. Mencintai deadline.

Bagaimana agar kebiasaan menulis bisa terus tumbuh dan mengalami peningkatan? Pritahw menyebutkan bahwa penulis harus melakukan pekerjaannya (menulis) dengan senang hati.

"Teruslah menulis karena bahagia...bukan karena deadline atau dikejar editor atau yang lain."


2. Langkah Menulis

Meskipun menulis adalah pekerjaan mudah yang bisa dilakukan semua orang, namun tetap ada langkah yang harus dilalui. Ada beberapa langkah dalam menulis yang perlu diketahui, diantaranya:

1. Memantapkan dan menjaga niat,

2. Menggali dan memunculkan ide,

3. Memperkuat tulisan dengan data dan literatur,

4. Gabungkan dengan opini (jika perlu),

5. Mempelajari teknik-teknik menulis,

6. Menulis setidaknya memiliki pembuka, pengalaman, informasi, tips, penutup.

7. Teruslah untuk menulis hingga selesai dengan tulis, tulis, tulis, tidak usah edit.

8. Melakukan editing ketika proses menulis sudah selesai.

9. Mempublikasikan tulisan.

Tujuan Menulis
Ilustrasi Foto Materi OWC3


3. Fungsi Artikel/Tulisan

Dalam menulis, sebagai penulis harus betul-betul memahami untuk apa tulisan ditulis, untuk siapa tulisan ditujukan, dan bagaimana bentuk menyajikannya. Berkaitan dengan fungsi artikel/tulisan setidaknya dapat memberikan hal berikut:

1. Meyakinkan pembaca

2. Mendidik pembaca

3. Menghibur pembaca

Tentunya untuk memberikan beberapa hal di atas sebagai penulis harus bisa menyajikan sesuai dengan tema, target pembaca dan tujuan dari tulisan kita.


4. Karakteristik Artikel Layak

Bagaimana kita tahu bahwa artikel yang kita tulis layak atau tidak? Menurut Herfanda (2007) beberapa karakteristik yang harus dipenuhi artikel layak yaitu

1. Menyajikan topik yang aktual dan menarik.

2. Permasalahannya penting bagi pembaca,sesuai minat, bidang, dan kepentingan mereka.

3. Pembahasannya kritis, tajam,analitis, argumentatif, objektif dan komprehensif.

4. Gaya penulisannya populer, menarik dan komunikatif.

5. Logika berpikirnya runtut.

6. Menghadirkan solusi bagi pembaca.

7. Sesuai dengan kaidah umum, yaitu tidak mengandung hal negatif.

8. Panjang pendeknya sesuai dengan kebutuhan.


Itulah semua materi dasar dalam Online Writing Class yang disampaikan melalui webinar class yang diselenggarakan The Jannah Institute.


Semua disajikan secara detail, mendalam, jelas, komunikatif, dan interraktif. Sehingga diakhir kelas setiap peserta sudah memiliki hambaran tentang apa freelance writing, siapa saja yang termasuk didalamnya, bagaimana menjadi penulis, dan beberapa tips lain terkait kepenulisan.


Mau menjadi penulis atau tidak, keputusan itu ada pada pribadi setiap peserta, namun demikian Pritahw selaku mentor betul-betul berusaha memunculkan potensi menulis yang dimiliki setiap peserta yang akan digembleng, dibimbing dalam beberapa waktu hingga menghasilkan karya di akhir pertemuan.


Sungguh tawaran luar biasa dalam sebuah kelas menulis. Yang tak hanya melakukan transformasi ilmu, namun juga saling menguatkan untuk dapat membagikan pemikiran, pengalaman, dan menuangkannya menjadi sebuah karya.


Diakhir kelas, Pritahw kembali menekankan bahwa menulis perlu proses, dan ketika proses dilakukan secara terus menerus akan menjadi kebiasaan yang akhirnya akan membangun kapasitas seseorang.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi setiap pribadi yang memiliki visi besar untuk menjadi seorang penulis.

"Jika menulis adalah kebiasaan, maka siapapun akan bisa jika membiasakannya" Ayah Ugi

Wednesday, November 25, 2020

,

 

Dari ayah anak belajar keberanian, memimpin keluarga, mengendalikan diri, dan kuat.

Ayah Ugi

Anak belajar

Thursday, November 12, 2020

,

Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November, menunjukkan bahwa kehadiran seorang ayah dalam sebuah keluarga sangat dibutuhkan. Keberadaannya dan perannya sangat penting. Ayah bukan sekedar sebutan bagi laki-laki yang sudah membina rumah tangga dan memiliki anak. Namun lebih dari itu, sosok ayah adalah sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga. Tanggung jawab yang bukan sekedar memberikan nafkah, namun juga tanggung jawab untuk melindungi, mengajari, mendampingi, dan membuat perencanaan kemana keluarga akan dibawa.


Ayah dan Kehadirannya dalam Keluarga


Pernahkah kita mendengar istilah Fatherless Country atau banyak yang menyebut sebagai negeri tanpa ayah? Apakah negeri tanpa ayah itu negeri yang hanya dihuni oleh single parent? Negeri yang hanya dihuni oleh kaum hawa? Tidak, Fatherless Country adalah sebuah negeri dimana kehadiran seorang ayah tidak dirasakan oleh anak-anak. 

Penelitian menyebutkan bahwa Indonesia berada dalam 10 besar negara yang masuk dalam kategori fatherless country. Negara yang kehadiran ayah dalam pengasuhan anak sangat minim. Mengapa demikian? Karena ayah hany memahami perannya dalam keluarga sebagai keluarga hanya mencari nafkah, memenuhi nafkah keluarga.

Ayah Irwan Rinaldi, Pakar Pengasuhan Anak menyebutkan bahwa ada peran besar ayah dalam pengasuhan anak. Peran ayah ini diisi dengan kehadiran ayah dalam pengasuhan anak bersama istri. Ayah perlu dan harus hadir dalam pendampingan dan pengajaran anak-anak.

Pengasuhan anak, kita banyak tahu dimasyarakat anak usia dini banyak diasuh oleh para ibu. Mulai dari urusan menggendong, memandikan, menyapi anak, bercerita dan bahkan sekedar menemani anak bermain juga dilakukan oleh pada ibu. Sangat jarang ayah terlibat dalam pendidikan anak mereka.

Masih banyak ayah yang seharusnya menjadi ayah seutuhnya, belum hadir seutuhnya dalam pengasuhan anak. Bahkan mungkin tidak memiliki waktu khusus setiap harinya untuk bersama anak-anak sekedar untuk mendengarkan ocehan mereka, bercanda tawa bersama mereka.


Hari Ayah Nasional
Foto oleh Helena Lopes dari Pexels






Dampak Ketidak Hadiran Ayah

Apa kemudian dampak dari ketidakhadiran ayah ini? Hal paling mendasar adalah tidak terjalinnya kedekatan antara anak dan ayah. Tidak terbangun ikatan emosi anak terhadap ayah. Mengapa? Karena kehadiran ayah adalah dalam bentuk fisik saja, tidak ada jalinan hubungan batin antara anak dan ayah.
Dampak lain ketidak hadiran ayah dalam pengasuhan yaitu, sulitnya membentuk karakter anak yang kuat. 

Begitu penting kehadrian ayah dalam keluarga, di tengah anak-anak. Jika ayah dapat hadir dalam fisik dan batin, maka kehadiran itu akan berbuah manis. Ketika bisa dijalin dengan baik, anak akan belajar menjalankan tanggung jawabnya meskipun ayah tidak hadir dalam fisik pada suatu waktu. Mengapa demikian, karena anak merasakan kehadiran ayah mereka meskipun ayahnya sedang bekerja. Anak akan teringat dengan pelajaran dari ayah, dan akan terekam dengan jelas dalam memorinya. Dan akan selalu dibawa, diingat oleh anak dalam keseharian mereka. Inilah hubungan antara ayah dan anak yang terbangun kedekatan secara fisik dan non fisik (batin). Hubungan dimana keberadaan seorang ayah tetap dirasakan meskipun ayah tidak berada didekatnya.

Selamat Hari Ayah Nasional 12 November 2020. Mari jadikan momentum Hari Ayah Nasional kali ini untuk saling menguatkan dalam keluarga, saling menguatkan peran ayah dan bunda dalam mendidik dan mengasuh anak. Saling berbagi peran untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Ayah dan bunda memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam mengasuh anak. Ayahugi



  
  



Monday, November 9, 2020

,

 

Imam dalam keluarga

Ayah sebagai imam dalam keluarga seyogyanya menambah kapasitas keilmuan agar bisa mengajarkannya kepada istri dan anak-anaknya kemudian.

Ayah Ugi

Thursday, November 5, 2020

,

Ayah parenting

 

 

Sosok ayah harus bisa menjadi sosok manager yang mampu merencanakan dan bekerjasama dengan setiap anggota keluarga.

ayahugi

Tuesday, October 27, 2020

,

Pengembangan Diri


Pengembangan diri sebagai sebuah proses untuk membangun mental diri dapat diperoleh dari dua jalan yaitu pendidikan formal dan non formal. Proses yang dijalani ini kemudian menjadi sebuah pengalaman yang diperoleh tidak hanya dari pendidikan formal namun juga dari non formal seperti seminar/pelatihan, serta pengalaman keorganisasian. Pengalaman ini selalu menjadi hal menarik untuk dicantumkan dan untuk memperkaya CV (Curriculum Vitae)

Dengan memiliki pengalaman akan memberikan poin tersendiri bagi siapa saja yang memilikinya. Dari pengalaman berorganisasi mental terbentuk, kemampuan manajemen muncul, pun kemampuan leadership kemudian tumbuh. Tak hanya itu, dari organisasi wawasan semakin luas. Hal ini didukung oleh semakin luasnya jaringan yang dimiliki saat mengikuti suatu organisasi. Banyak manfaat berorganisasi yang bisa kita dapatkan dan memberikan nilai lebih untuk diri. Berikut beberapa catatan perjalanan Ayah Ugi hingga saat ini:

Riwayat Pendidikan

Pendidikan yang ditempuh Ayah Ugi dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi sebagai berikut:
  1. SDN Karangrejo 07 (Tahun lulus: 1998)
  2. SMP Negeri 09 Jember (Tahun lulus 2001)
  3. SMK Negeri 2 Jember - Jurusan Otomotif (Tahun lulus 2004)
  4. Magistra Utama - D1 Manajemen Informatika, Bahasa Pemrograman dan Desain Grafis (Tahun lulus 2005)
  5. Universitas Jember - FKIP Bahasa Inggris (Tahun lulus 2014) 

Riwayat Organisasi

Dalam perjalanannya Ayah Ugi mengikuti beberapa organisasi baik di dalam lingkungan pendidikan ataupun di luar lingkungan sekolah, diantaranya:
  1. Ektrakurikuler Pramuka
  2. Ketua Bidang Kaderisasi Remaja Masjid SMKN 2 Jember (2002 - 2004)
  3. Ketua Bidang Pelatihan Remaja Masjid At Taubah
  4. Ketua Bidang Kaderisasi Islamic Study Club (ISC)
  5. Ketua Bidang Pelatihan Islamic Study Club (ISC)
  6. Ketua Bidang Dana dan Usaha Islamic Study Club (ISC)
  7. Keinstrukturan”Menjadi Pengajar Handal” – Magistra Utama (2005)
  8. Bidang Pendidikan ESA - English Students' Association
  9. Bidang Kerohanian ESA - English Students' Association 
  10. Ketua IP3 - Ikatan Pemuda Peduli Pendidikan (2009-2011)
  11. Anggota FOSMA (Forum Silaturrahmi Mahsiswa) ESQ Lc. Jember
  12. President Youth Motivation
  13. President Youth Empowerment Solution (YES)
  14. President Oksigen Training
  15. Bendahara Yayasan At Taubah 
  16. Sekretaris Takmir Masjid At Taubah 


Seminar/Webinar/Training/Workshop/Course 

  1. Training Orientasi Pelajar Muslim (2002)
  2. Pelatihan Manajemen Rohis (2003)
  3. Seminar "Indahnya Nikah Tanpa Cinta" Masjid Al Qolam Univ. Muhammadiyah Jember (2003)
  4. Workshop World Assembly Moeslim Youth (WAMY) (2003)
  5. Workshop Kewirausahaan Pengelolaan Snack Multirasa (2003)
  6. Short course "Menjadi Pengajar Handal" Magistra Utama (2005)
  7. Short course "Photography" Magistra Utama (2005)
  8. Pelatihan Sholat Khusyu' - Cartenz Indonesia (2006)
  9. Pelatihan Relawan oleh Bulan Sabit Merah Indonesia Jember (2007)
  10. Participant Seminar Linux Ubuntu Hardy Release Party (2008)
  11. Seminar Pendidikan Nasional - BEM FKIP Universitas Jember (2008)
  12. ESQ Basic Training (2009)
  13. ESQ  Mission and Character Building (2010)
  14. Alumni Training Support ESQ Basic Jember
  15. Alumni Training Support ESQ MCB Banyuwangi (2012)
  16. Alumni Training Support ESQ Parenting Jember
  17. Success Motivation Seminat - Surabaya (2013)
  18. Kelas Menulis Online FLP (KOL FLP - Cerpen) - (2013)
  19. Kelas Menulis Online FLP (KOL FLP - Novel) - (2014)
  20. Outbound ESQ Lc. Jawa Timur
  21. Seminar Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan (2014)
  22. One Day Training "Magnet Rezeki" Ippho Santosa (2015) 
  23. Seminar Parenting "Menjadi Ayah yang Dirindukan Zaman Now" (2018)
  24. Fathering Skill Seminar bersama ayah Irwan Rinaldi (2018)
  25. Sekolah Amil Indonesia Perdana Jawa Timur - Surabaya (Tahun 2018)
  26. Rapat Koordinasi Nasional Zakat - Solo (2019)
  27. Training of Trainer Serie Ekonomi dan Keuangan Syariah (Zakat, Wakaf dan Usaha Ekonomi Islami) IAEI Jawa Timur dan Bank Indonesia (2019)
  28. Sertifikasi Amil Dasar - Semarang (Tahun 2019)
  29. Edukasi, Inovasi dan Kerjasama Zakat - Kemenag Jatim (2019)
  30. Pesantren Go Digital dengan E Commerce bersama Shopee (2019)
  31. Pelatihan Virtual Indeks Zakat Nasional dan Indeks Kepatuhan Syariah OPZ - BAZNAS Pusat (2020) 
  32. High Level Seminar on Halal Lifestyle - ISEF (2020)
  33. Literasi Zakat Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (2020)
  34. National Webinar: "The Opportunities and Strategies: Experts' Voices on How to Become Competent and Competitive Translators in 21st Century" (2020)
  35. Basic Blogging Class - The Jannah Institute (2020)
  36. Intermediate Blogging Class - The Jannah Institue (2020)
  37. Advance Blogging Class - The Jannah Institute (2020)
  38. International Webinar: Integrating Intercultural Communicative Competence and Reading Instruction in English Language Teaching (2020) 
  39. Webinar " Waqf Core Principle" Badan Wakaf Indonesia (2020)
  40. Webinar" Sertifikasi Amil dan Nazhir Profesional" Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI (2020)
  41. Ayah Parenting Aqil Baliq Community (2020)

2.        Pengalaman Kerja

  1. Bagian Data dan Informasi Rumah Infak dan Zakat Indonesia (2006 - 2007)
  2. Survey dan Logistik Rumah Infak dan Zakat Indonesia (2007-2008)
  3. Divisi Research and Development  Rumah Infak dan Zakat Indonesia – RIZKI (2008)
  4. Koordinator Team Teaching English Day SMP N 1 Jember (2010-2011)
  5. Koordinator Team Teaching Pengajar dan Pendamping Kelas Bilingual SMPN 1 Panji – Situbondo (2010-2011)
  6. Pengajar  dan pendamping Kelas Bilingual SMPN 1 Panji-Situbondo (2010 – 2012)
  7. Manager Cabang Lembaga Kemanusiaan ESQ Jember (2010-2011)
  8. Trainer Youth Motivation (2011-2012)
  9. Trainer Youth Empowerment Solution (2013-2014)
  10. Training Oksigen Training & Consultant 
  11. Human Resources and Development Rumah Itqon Zakat dan Infak (2014-2015)
  12. Manager Fundraising Rumah Itqon Zakat dan Infak - RIZKI (2015)
  13. Penanggung Jawab Super Program Rumah Itqon Zakat dan Infak (2016)
  14. Marketing Communication Rumah Itqon Zakat dan Infak (2017)
  15. Juri Speech Contest  - ESA FKIP Universitas Jember (2016)
  16. Juri Speech Contest  - ESA FKIP Universitas Jember (2017)
  17. Juri Speech Contest  - ESA FKIP Universitas Jember (2018)
  18. Corporate Secretary Rumah Itqon Zakat dan Infak (2018 - sekarang)
  19. Ketua Forum Zakat Daerah Jember (2019 - 2021)
P.       

2.        Pengalaman Pembicara

  1. Parenting PAUD Nurul Jannah
  2. Motivasi OSIS SMAN 2 Jember (2011)
  3. Motivasi Masa Orientasi Siswa SMP Darul Hikmah Wirolegi (2011)
  4. Motivasi Masa Orientasi Siswa MTs Darul Hikmah Wirolegi 
  5. Motivasi Masa Orientasi Siswa SMA Darul Hikmah Wirolegi 
  6. Motivasi Masa Orientasi Siswa SMK Darul Hikmah Wirolegi
  7. Motivasi Siswa SMPN 1 Jember (2011)
  8. Motivasi Siswa SMP Al Furqon 1
  9. Motivasi Siswa SMP Al Furqon 2
  10. Motivasi Siswa SMK AL Furqon
  11. Leadership Training SMPN 2 Sukowono
  12. Leadership Training OSIS SMPN 2 Sukowono (2011)
  13. Leadership Training F-SIAP Fakultas Pertanian Universtitas Jember
  14. Motivation Training UKM Kurusetra Fakultas Ekonomi Universitas Jember
  15. Motivation Training Universitas Islam Jember
  16. Motivation Training 1000 Mahasiswa Universitas Abdurrahman Saleh Situbondo
  17. Motivation Training di Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar Jember  
  18. Motivation Training Yatim - LAZ Yatim Mandiri Jember
  19. Outbound Yatim - LAZ Yatim Mandiri Jember
  20. Outbound Games - Pelita Hati National Plus School
  21. Training Pemuda Se Karesidenan Besuki "Sumpah Pemuda" - Islamic Study Club Jember
  22. Motivation Training "Be A Champion" OSIS MAN 1 Jember (2011)
  23. Achievement Motivation Training LPAI & SMA Negeri 3 Jember
  24. MC Seminar Magnet Rezeki Ippho Santosa - LAZ RIZKI
  25. Zakat On Air  LAZ RIZKI -Pro 2 RRI Jember (2015)
  26. Motivation Training "Santri PP Al Mawarits An Nabawiyah" Tanggul - Jember (2016)
  27. Motivation Training "Santriwati PP Al Mawarits An Nabawiyah" Tanggul - Jember (2016)
  28. Public Speaking Class - Pabriknesia & LAZ RIZKI
  29. Motivasi Kewirausahaan "Saminar dan Talkshow bersama Mahasiswa Patani - Thailand di Indonesia" (2019)
  30. Narasumber Pentingnya Data dan Dokumentasi - LAZ RIZKI (2020)