Wednesday, June 9, 2021

,

ayahugiparenting
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels


Menulis memiliki kata dasar tulis. Dalam KBBI diterangkan bahwa tulis merupakan angka, huruf atau lainnya yang dibuat dengan pena. Sedangkan menulis sendiri, seperti kata dasarnya "tulis" merupakan kata kerja, yang memiliki definisi aktivitas membuat huruf, angka, dan sebagainya menggunakan pena. Penjelasan lain dari kata menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan.


Hasil dari menulis, kita kenal dengan sebutan karya tulis baik berupa karangan seperti dalam majalah, surat kabar, dan buku. Biasanya secara umum pada awalnya menulis dilakukan pada media seperti kulit kayu, yang kemudian mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, dan beralih pada media kertas dengan tulisan tangan. 


Semakin maju perkembangan zaman, kemudian muncul teknologi untuk membantu penulis dalam menyelesaikan tulisannya atau dalam menghasilkan karya seperti munculnya mesin ketik, komputer, dan teknologi pendukung seperti jaringan internet.


Dewasa ini kita ketahui bersama perkembangan teknologi yang begitu cepat, memberikan dan menghadirkan kemudahan bagi setiap orang untuk dapat melahirkan perasaan dalam bentuk tulisan. 


Tidak hanya dalam hal teknologi, dalam kepenulisan saat ini juga tidak terbatas pada penulis profesional yang memang sudah diakui karyanya, seperi Chairil Anwar. Siapapun yamg memiliki kemauan bisa menulis dan memiliki karya baik karya cetak ataupun elektronik.


Photo by Suzy Hazelwood from Pexels

Karya Tulis dan Cara Memperolehnya

Karya tulis yang dihasilkan seseorang banyak dicari sebagai bahan acuan atau referensi dalam menulis dengan tujuan untuk memperkuat karya yang dihasilkan. Baik berupa artikel atau jurnal, buku, ataupun tulisan lainnya.


Dahulu, setiap orang yang membutuhkan informasi tambahan dalam menulis akan akan melakukan beberapa hal seperti mendata jenis materi yang dibutuhkan yang akan disesuaikan dengan daftar buku yang harus dicari, mendatangi perpustakaan baik perpustakaan sekolah, kampus, ataupun perpustakaan daerah.


Saat ini, di era teknologi utamanya era digital semua orang dapat dengan mudah mengakses  tulisan baik artikel, buku, informasi, kabar atau berita dengan mudah, yaitu melalui media digital seperti blog atau website. 


Pesatnya perkembangan teknologi informasi tidak hanya berdampak pada kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan informasi, namun juga memberikan peluang kepada setiap orang untuk dapat mengambil bagian dalam menyediakan dan menyajikan informasi secara digital atau online, salah satunya melalui blog.


Screenshot materi Blogspedia Coaching


Blogging

Marita Ningtyas dalam salah satu sesinya menyebutkan bahwa blog hampir mirip dengan website, tapi biasanya lebih personal karena dikelola secara personal. Dalam KBBI online, blog memiliki definisi catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa saja. Dalam sesi kelasnya, founder blogspedia ini juga menerangkan bahwa blogging adalah sebuah aktivitas berkaitan dengan blog, update blog dengan konten-konten berkualitas.


Masih dalam sesi kelas online yang sama, Marita mengungkapkan beberapa alasan mengapa blogging. Diantaranya adalah

  1. Kemudahan dalam membangun atau membuat.
  2. Kemudahan dan kerapihan dalam penyimpanan,
  3. Kemudahan dalam perawatan
  4. Kemudahan dalam menerbitkannya karena tidak perlu persetujuan dari editor, tidak perlu menunggu seleksi penerbit.
  5. Membangun personal branding berdasar pada niche yang ditekuni atau dipilih.
  6. Tulisan atau informasi mudah untuk dibagikan.


Mengapa Menulis di Blog?

Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda dalam menulis pada blog. Ada yang bertujuan untuk sekedar meluapkan perasaan atau menjadikan blog sebagai media curhat. Untuk berbagi pengalaman pribadi misal pengalaman berkaitan dengan melakukan perjalanan ke suatu tempat atau daerah, pengalaman menikmati sajian kuliner, pengalaman mengikuti sebuah kegiatan atau event, atau sebagai tempat untuk menyimpan karya yang akan dibukukan kemudian, atau sekedar untuk portofolio.


Bagaimana dengan saya? Mengapa memilih blogging? Sebelum melangkah kepada alasan mengapa memilih blogging, saya akan berbagi sedikit cerita bagaimana saya mengenal blog.

Sudah cukup lama sekali saya mengenal blog. Utamanya saat sedang belajar tentang manajemen informatika dalam program Diploma Satu pada sebuah institusi. Tentu mempelajari hal baru saat itu menimbulkan ketertarikan. Namun sayangnya ketertarikan itu hanya sekedar ketertarikan untuk sekedar belajar dan untuk memenuhi kebutuhan studi. Tidak melihat jauh ke depan apa dan bagaimana blog, serta peluangnya di masa akan datang.


Masih belum menyadari penting blog bagi kehidupan (seperti belum menyadari indahnya pernikahan, mungkin ya), hanya muncul sebagai pengguna yang kesana kemari mencari artikel, mengakses informasi untuk memenuhi tugas mata kuliah.  Pun demikian saat menempuh pendidikan pada salah satu universitas, masih tidak menaruh hati pada dunia blogging.  Hanya mengikuti trend-trend yang muncul saat itu, menorehkan tulisan atau kata-kata melalui platform seperti friendster, kemudian beralih ke facebook, dan platform lain.


Sekitar tahun 2010-an saya mulai penasaran dengan blog. Berbekal pengetahuan seadanya, dan belajar secara otodidak melalui artikel di internet, muncul keberanian untuk membangun blog dengan niche Bahasa Inggris berbasis blogspot. Cukup lama namun tak ada perubahan, sekedar menulis, dan publish. Belum tahu tentang bagaimana mengundang pengunjung ataupun mengoptimalkan fungsinya. Setelah cukup lama, sayapun mengambil keputusan untuk menghapusnya pada 2020 (sangat disayangkan, segala sesuatu memang ada konsekuensi).


Pada tahun 2014, saat mengikuti kelas online berbasis facebook saya kembali membangun blog melalui wordpress. Mungkin boleh dibilang lebih mudah dibanding blogspot. Muncullah kemudian blog kedua, yang berisi tentang literasi. Pun pada 2020, hampir memiliki nasib yang sama untuk dikubur dan dipendam dalam-dalam. Tetapi keadaan berkehendak lain. Saya membangunnya kembali, melakukan perubahan pada tampilan dan konten agar lebih menarik, boleh dikunjungi disini


Masih 2020, masa dimana pandemi memporak-porandakan tatanan hidup manusia. Social distancing, physical distancing membatasi segalanya, seakan pupus sudah harapan. Semua orang tahu itu. Di tengah pergolakan era pandemi, saya melihat ini adalah era perkembangan digital dan pembangunan SDM yang begitu cepat dan besar-besaran. Semua orang dari kota hingga desa dikenalkan dan dipaksa untuk menggunakan platform untuk mendukung proses belajar ataupun proses bekerja dan mengembangkan diri. 


Hingga suatu waktu mendapatkan e-flyer tentang kelas blog, dan memutuskan ikut kelas preview, tak puas sampai di sana, kursi di kelas berbayar pun akhirnya diamankan. Mulai membangun dan mengelola blog hingga optimasi dan menjadikannya domain pilihan.

Schreenshot halaman ayahugiparenting.com


Mengapa menulis di blog?

Alasan mendasar bagi saya mengapa menulis pada blog adalah untuk ikut menebar manfaat dari informasi yang saya miliki, tentunya berdasar niche yang sudah ditentukan di awal. Proses yang tidak mudah, dan sangat berat. Niche yang tak terlalu banyak dipilih orang juga, sehingga harus betul-betul berjuang. Sangat berbeda dengan niche seperti kuliner, travel ataupun lainnya. Niche atau tema yang terpilih yaitu tema parenting, khususnya parenting berhubungan dengan ayah. 


Saya merasa banyak sekali tema parenting dan keluarga yang bisa kita cari ketika berselancar, namun tak banyak yang membahas tentang parenting berhubungan denga peran ayah. 


Jadi alasan pertama saya blogging adalah untuk memberikan manfaat dari tema yang saya pilih dan untuk menyebar informasi lebih cepat. Jika ada hal lain yang kemudian didapatkan melalui blog maka itu adalah bonus atau apresiasi untuk diri. 


Sebagai ayah baru tentu ada tantangan, namun kembali lagi pada keberadaan blog yang bisa sampai kapan saja asal mau menjaganya. Mendapat penolakan dari teman, hingga memberikan penjelasan alasan menulis tema itu bukan untuk mengajari namun untuk berbagi baik pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain. Saya kembali pada tujuan awal blog bukan sekedar untuk mendapatkan cuan namun untuk memberi manfaat. Kalaupun orang tua saat ini tidak tertarik, saya yakin suatu saat akan bermanfaat bagi pasangan baru yang tak lain adalah anak-anak kita kelak. Tulisan mengenai parenting ini akan di publish pada domain ayahugiparenting.


Tips Membagi Waktu

Membagi waktu sangat penting untuk dilakukan. Pergolakan batin, dengan keluarga juga akan sangat berperan di sini. Terlebih sebagai blogger pemula seperti saya, ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Mau tidak mau, lambat laun harus merubah pengelolaan waktu. Untuk bekerja, keluarga, dan istirahat.

Mengelola waktu
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Bagaimana saya membagi waktu? Saya harus mengalah dan tetap memberikan prioritas pada keluarga. Maka saya menjalankan tips di bawah ini:

  1. Pagi sampai sore harus di kantor menyelesaikan pekerjaan dengan segala pernak-perniknya.
  2. Pulang kantor menemani anak dan keluarga.
  3. Istirahat bersama keluarga.
  4. Mencatat hal-hal kecil pada note di HP selama menjalani aktivitas kerja untuk kemudian dikembangkan.
  5. Menyediakan waktu khusus, misal tengah malam atau dini hari untuk menulis sesuai dengan kebutuhan.
  6. Tetap menulis meskipun belum sempat publish. Stok tulisan yang dimiliki bisa dilihat kembali, koreksi, self editing, agar lebih mengena. Tentunya kemudian bisa di publish pada blog


Teman-teman tentunya memiliki kisah tersendri dan alasan tersendiri bagaimana bisa menulis di blog. Pun dengan mengatur waktu, setiap orang memiliki cara tersendiri misal menggunakan waktu me time, sambil jalan-jalan. Menjadi tantangan bagi pemula seperti saya juga adalah kemauan keras untuk memaksa diri berbuat. Belajar dari sana sini agar mendapatkan jawaban, bahkan tak jarang harus trial and error. Bagaimanapun juga selalu ada rasa manis di anatar rasa pahit, ada hikmah dan pelajaran dari setiap perjalanan baik itu gagal ataupun berhasil. 







Friday, April 16, 2021

,

Buka Puasa
Photo by Naim Benjelloun from Pexels

Ramadan adalah bulan ke 9 dalam kalender hijriah. Di dalamnya penuh dengan kemuliaan dan peluang berbuat kebajikan.


Ramadan menjadi bulan khusus yang ditunggu-tunggu umat Islam. Di dalamnya memiliki banyak ibadah yang dapat digunakan untuk mendulang pahala. Di antara ibadah di bulan Ramadan yaitu ibadah puasa yang ditandai dengan makan sahur dan berbuka. Adapula sholat tarawih, dan beberapa dzikir khusus.


Ibadah-ibadah khusus yang hanya ada di bulan mulia ini sudah seharusnya dapat ditangkap sebagai sebuah momen yang begitu berharga bagi keluarga, utamanya orang tua. Mengapa demikian? Karena banyak pelajaran yang hanya dapat diajarkan pada waktu ramadhan saja.


Apakah di luar bulan Ramadan tidak bisa diajarkan? Tentu bisa, namun hanya sekedar pada informasi bukan pada tataran implementasi. Berbeda ketika para orang tua dapat mengenalkan, mengajari bahkan memahamkan anak-anak pada bulannya sambil melakukan bersama.


Apa yang bisa orang tua lakukan dengan ramadan untuk anak-anak? Orang tua dapat membangun kebiasaan anak berhubungan dengan hal-hal yang dilakukan pada bulan ramadan. Jadi tak sekedar berpuasa dengan makan sahur dan berbuka, orang tua bisa merebut momen-momen tertentu untuk menanamkan nilai-nilai pada anak.

 

parenting
Photo by Abdullah Ghatasheh from Pexels

Ini dia beberapa contoh aktivitas yang dapat digunakan untuk merebut moment dan menjadikannya bahan untuk mendidik anak bersama keluarga.

1.    Membangun kedekatan emosi dengan anak dari meja makan.

Meja makan bukan sekedar meja tempat berkumpul untuk menikmati menu hidangan bersama keluarga. Ada fungsi lain yaitu negosiasi meja makan. Ayah, bunda dapat menggunakan waktu ini untuk membangun kebersamaan, kedekatan, dan komunikasi dari hati-ke hati. Mengajarkan pada anak tentang adab saat berbuka, Contoh hal yang dapat ayah, bunda lakukan yaitu menawarkan anak tambah sayur atau lauk.


2.    Menggunakan setiap waktu untuk mengajarkan hal baru.

Di luar ramadan bisa jadi intensitas waktu untuk berkumpul tidak sebanyak bulan ramadan. Inilah yang perlu dimanfaatkan orang tua. Orang tua bisa mengajak anak belajar tentang buka puasa, dengan praktek langsung. Mulai dari membuka dengan doa, mengambil makanan secara bergantian, menjawab azan, mengambil makanan dari yang terdekat. DIlanjutkan kemudian dengan sholat berjamaah, membaca Al Qur'an dan berlanjut pada salat isya' sampai tarawih bersama.

 

3.    Membangun empati anak.

Empati, kepedulian anak tidak akan tumbuh begitu saja. Sama seperti hal lainnya, orang tua perlu mengajarkan dan memberikan contoh. Saat sedang keluar rumah biasakan membawa uang lebih, ketika bertemu orang, ajak anak untuk berbagi. Di awal bisa ayah atau bunda yang memberikan kepada orang yang berhak dibantu.

 


Hal seperti ini akan memancing anak untuk bertanya kenapa haru memberi kepada orang? Inilah momen yang harus ayah dan bunda rebut. Berikan penjelasan kepada anak. Berikan tawaran pada anak atau ajakan. Misal, “Kakak mau berbagi lagi?” atau “Besok kita cari orang lagi untuk berbagi.”

 


Ketika momen ini bisa direbut, ananda pasti akan setuju dengan tawaran dari ayah atau bunda. Dampaknya, bisa jadi anak akan bertanya, bagaimana agar bisa membantu sendiri? Orang tua bisa memberikan saran dengan menyisihkan sebagian uang jajan untuk diberikan kepada orang lain.


Masih banyak kegiatan-kegiatan ibadah ramadan yang dapat dikenalkan pada anak sekaligus menanamkan dalam diri mereka sedikit demi sedikit sesuai dengan kondisi dan kemampuan penerimaan anak.


Jika anak-anak masih dalam usia balita, tetap ajak mereka dalam kegiatan buka puasa, sahur, tarawih, dan tadarus.


Jika anak-anak sudah berada pada usia balig, jadikan momen ramadan sebagai momen untuk menguatkan hubungan dan membangun komunikasi dari hati ke hati. Membangun komunikasi dengan anak dapat dilakukan dengan interaksi melalui tadarus Al Qur'an, meminta anak laki untuk memimpin doa berbuka, mengajak anak perempuan untuk ikut membantu bunda menyiapkan menu buka dan sahur, dan banyak kegiatan lain yang dapat digunakan.


Tentu dalam mengenalkan kepada anak, orang tua harus memahami kondisi anak. Tidak memaksa namun tidak membiarkan. Biarkan mereka belajar secara tidak langsung dari setiap yang orang tua lakukan. Buatlah rekaman-rekaman kegiatan yang berkesan bagi mereka.


Jangan biarkan ramadan berlalu begitu saja, tanpa ada hal yang kita tanamkan pada anak. Hal ini karena ramadan hanya hadir satu tahun. Sudah seyogyanya orang tua merebut setiap momen yang terjadi atau dimiliki anak untuk mengenalkan dan menanamkan hal-hal positif pada anak. Jadikan setiap waktunya berkesan, sehingga menjadi ramadan yang tak pernah terlupakan. 


Saturday, March 20, 2021

,


Ayah ugi parenting
Virtual Trip Bloggercrony


Setahun lalu COVID 19 dinyatakan masuk Indonesia. Kasus Covid 19 diumumkan lpada 02 Maret 2021. Kabar masuknya virus ini ke Indonesia diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

 

Hingga 19 Maret 2021 jumlah kasus positif COVID 19 masih terus bertambah. Berdasarkan informasi dari nasional.okezone.com disebutkan bahwa jumlah kasus positif hingga 19 Maret 2021 tercatat mencapai 1.450.132 orang. Sedangkan total jumlah pasien sembuh dan meninggal masing-masing sebanyak 1.278.965 orang dan 39.339 orang.

 

Dampak dari COVID 19 yang melanda seluruh dunia, juga sangat dirasakan oleh Indonesia. Tak hanya bisang kesehatan, namun juga berimbas pada bidang-bidang lain seperti ekonomi, pendidikan, dan sosial.

 

Dalam bidang kesehatan dapat dilihat dari bertambahnya jumlah pasien positif dari waktu ke waktu dengan berbagai gejala yang dirasakan dari ringan sampai berat. Secara ekonomi COVID 19 menimbulkan dampak yang cukup luas. Berdasarkan data kementerian tenaga kerja disebutkan sebanyak 74.430 perusahaan merumahkan pekerja dan PHK dengan jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja sebanyak 1.200.031 orang.

 

Dalam bidang pendidikan dampaknya sangat dirasakan baik oleh lembaga pendidikan, pendidik, peserta didik, dan orang tua. Semua harus berubah pada cara belajar baru, beralih dari luring menjadi daring. Tentunya diikuti dengan berbagai drama  pendukung seperti harus membeli quota, bahkan merogoh uang lebih banyak agar dapat membali telepon pintar.

 

Dampak pada berbagai bidang kehidupan ini sangat dirasakan oleh semua orang. Kalangan atas, menengah, dan bawah semua terdampak, tanoa terkecuali.

 

Bagaimana tantangan menghadapi COVID-19  di masyarakat? Pemerintah melalui media cetak dan elektronik selalu memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga diri. Diantara himbauan yang disampaikan pemerintah adalah himbauan untuk menjalankan protokol kesehatan meliputi mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi aktivitas.

 

Tidak semua orang mau memperhatikan dan menjalankan himbauan yang disampaikan pemerintah. Saya beberapa kali disinggung dalam setiap pertemuan di lingkungan rumah ketika menyampaikan mengapa harus bermasker, dan bagaimana COVID-19. Bagaimana hasilnya? Sebagian dari mereka tetap teguh dengan pendirian mereka. Sangat sulit untuk untuk menerima masukan, himbauan yang disampaikan.

 

Saya mengalami sendiri bagaimana sulitnya memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Hingga saya memutuskan untuk meliburkan diri dari pertemuan rutin pekanan di lingkungan RT. Saya juga menghentikan sementara pertemuan rutin yang saya jalankan setiap dua pekanan. Semua saya lakukan dengan harapan dapat memberikan contoh bagi yang lain. Hingga suatu hari setelah sekian lama, ketua kelompok pengajian datang untuk meminta pertimbangan meliburkan pengajian. Saya merespon dengan baik informasi ini. Inilah sikap yang saya tunggu sejak lama.

 

"Tadi malam ketika pengajian rutin bapak-bapak, ada petugas yang datang, memberikan edukasi, dan himbauan-himbauan termasuk untuk tidak kumpul-kumpul." terang Ustad Heriyanto sembari meneruskan dengan pertanyaan yang meminta pertimbangan dari saya. Saya mendukung dan mengarahkan untuk segera mengumumkan kepada selurihnya.

 

Saya menyampaikan banyak hal berhubungan dengan COVID-19; gejala, bagaimana mencegah penyebaran, dan beberapa istilah Covid 19 seperti PDP, ODP dan OTG. Pertemuan ini juga saya gunakan untuk klarifikasi beberapa hal, salah satunya tentang mengapa saya harus tidak hadir dalam oengajian selama ini.

 

Saya tidak hadir dalam pengajian, karena saya menempatkan diri sebagai orang yang bisa terpapar ataupun memiliki potensi menularkan. Mengapa demikian? Karena saya masuk dalam kategori orang-orang yang aktif beraktivitas. Terlibat dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi, disinfeksi, dan merencanakan program ketahanan pangan bersama dengan para amil yang lain. 

 

Setiap hari memang sudah menjadi keseharian memberikan layanan sosial untuk edukasi dan disinfeksi temoat ibadah, sekolah, dan fasilitas umum. Dilanjut lagi dengan mengolah data mereka yang terdampak secara ekonomi. Dimana kemudian diikuti dengan penyebaran bantuan sembako untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

 

Begitu sibuknya, waktu bersama keluarga juga berkurang. Namun saya tetap berusaha untuk bisa segera tiba di rumah pada sore hari. Menemani anak-anak, agar mereka tetap merasakan sentuhan seorang ayah. Bisa menghibur mereka agar tidak bosan di rumah, karena selama pandemi tidak bisa pergi keluar jalan-jalan ke tempat wisata atau tempat umum lainnya.

 

BloggerDay 2021 Komunitas BloggercronyIndonesia

BloggerDay 2021 merupakan event yang diselenggarakan dalam rangka Anniversary Bloggercrony Community yang ke 6 tahun.  Komunitas Bloggercrony Indonesia merupakan sebuah wadah yang hadir untuk memfasilitasi para blogger untuk belajar bersama.

 

Berbagai kegiatan diselenggarakan pada BloggerDay 2021 dalam rangka 6th Anniversary Bloggercrony. Mengusung tema Keluarga Jempolan, hadir untuk menguatkan kebersamaan dan pertahanan keluarga selama pandemi. Acara yang menarik, dan menghadirkan nara sumber yang kompeten dan memiliki jam terbang tinggi.

 

Saat informasi pendaftaran dikeluarkan, saya segera mengakses link yang disediakan panitia. Saya berpikir, harus bergerak cepat agar  dapat  mengikuti event ini. Sebagai blogger pemula, saya sangat tertarik mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Bloggercrony. Termasuk berburu tiket untuk mendapatkan undangan mengikuti Virtual Gathering BloggerDay 2021.

 

Lega terasa saat menyelesaikan proses pendaftaran. Namun masih harap-harap cemas. Antara berharap untuk diundang dan cemas memikirkan apakah akan mendapatkan undangan dari panitia.  Bahagia dan bangga ketika melihat email dari bloggercrony. Harap-harap cemas pun seketika berubah menjadi bahagia. Akhirnya bisa bergabung dengan 100 blogger terpilih untuk mengikuti momen spesial ini. Keseruan terasa saat di dalam group khusus yang hanya beranggotakan 100 orang terpilih.

 

Event ini memberikan pengalaman berharga bagi keluarga besar BCC Squad dalam event ini. Dapat menambah pengetahuan, memperoleh ilmu baru yang sangat berharga bagi seorang blogger. Pemaparan dari para nara sumber sangat mengena dan sesuai dengan kondisi terkini yang terjadi di masyarakat.

 

Alur Kegiatan Virtual BloggerDay 2021

Acara pembukaan

Aura positif telah dirasakan saat dibuka oleh Gita Siwi selaku host. Seorang personal blog dan Founder JadiPresenter. Pembawaannya yang khas dalam membawakan acara membangun kedekatan emosi dengan para peserta.  Namun, tak lengkap jadinya jika kedekatan emosi yang sudah terbangun dibiarkan begitu saja. Pun tak sopan rasanya jika sebuah acara dibiarkan berjalan tanpa mengetahui siapa orang yang berjasa dalam menyiapkan acara yang begitu meriah. Acara yang mempertemukan banyak kepala dari berbagai daerah di nusantara. Dibuka dengan sambutan oleh Ketua Panitia (Fawwaz) dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Bloggercrony . Patih Gajah Mada bagi blogber, yang berhasil menyatukan nusantara melalui dunia blog, Satto Raji atau biasa dikenal dengan panggilan Pak Lur.


Pengumuman Penghargaan

Menghubungkan acara pembuka dengan Opening Virtual Tour, panitia mempersembahkan penghargaan Most Wanted Blog Award kepada blogger terpilih. Dalam kesempatan ini, Herva Yulyanti berkesempatan menjadi yang terpilih. Penghargaan ini diberikan kepada blogger yang aktif menulis konten inspiratif, informatif, dan berisi pengetahuan bagi orang lain.

 

Virtual Family Trip bersama Kak Idfi

Setelah sekian purnama tak merasakan nikmatnya melakukan perjalanan bersama keluarga, kali ini bisa bersama-sama dengan keluarga dan keluarga besar BCC Squad mengikuti Family Trip ke USA. Sebelum memulai perjalanan, terlebih dahulu host mengajak seluruh peserta untuk berkenalan dengan Idfi Pancani, Licensed Tour Leader yang akan menemani perjalanan bersama keluarga

 

Kemampuannya sebagai seorang Licensed Tour Leader tak perlu diragukan lagi. Meskipun diselenggarakan dengan konsep virtual, semua terasa nyata. Seluruh rombongan dapat menikmati perjalanan dan mendapatkan penjelasan yang lengkap, tak bertele-tele, dan tentunya juga memberikan informasi edukatif selama perjalanan. 

 

Perjalanan mengunjungi beberapa destinasi wisata di USA memberikan kesan mendalam bagi keluarga, utamanya anak-anak. Melakukan perjalanan ke Gedung Putih, Air Terjun Niagara, Disney Land, Gerogia Aquarium, dan Liberty Statue.  Pernjalan menjadi lebih atraktif karena selama perjalanan dari satu destinasi ke detinasi berikutnya diselingi dengan permainan yang menjadikan anak-anak antusias untuk mengikuti perjalanan virtual selama satu jam melalui aplikasi zoom.

 

BloggerHangout Senjakala

Blogger Hangout Webinar 1: Senjakala Content Creator

Sebelum memasuki acara inti yang berisi materi pengembangan diri dan keluarga. Panitia, melalui host Gita Siwi mengajak seluruh peserta ikut berkompetisi menjawab beberapa pertanyaan yang bersifat wawasan umum dan pengenalan Komunitas Bloggercrony Indonesia. Semangat, terlihat dari grafik jawaban yang muncul setelah menjawab pertanyaan berbasis kahoot games. Hadiahpun kembali ditebar oleh panitia.

 

Blogger Hangout sesi pertama tentang “Senjakala “Content Creator” menghadirkan dua narasumber yang memiliki jam terbang tinggi. Dua narasumber yang di dapuk yaitu Maman Suherman dan Shafiq Pontoh. Maman Suherman atau akrab disapa Kang Maman merupakan sosok yang tidak asing, utamanya bagi penggemar tayangan khusus ILC. Dalam materinya beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antar generasi agar tetap bertahan di tengah persaingan global.  

 

Sesi yang dipandu Moderator Helen Simarmata kemudian dilanjutkan dengan narasumber kedua, seorang pegiat media sosial, Shafiq Pontoh. Sebagai seorang content creator ada beberapa hal yang dibutuhkan yaitu pengetahuan yang harus senantiasa dikembangkan dari waktu ke waktu, melatih skill (keterampilan) sehingga menjadi betul-betul menguasai bidang yang digeluti, dan menjadi pribadi yang bijak seiring bertambahnya usia.

 

BloggerHangout PJJ

Blogger Hangout Webinar 2: Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

Webinar kedua tentang "Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh," dilaksanakan setelah acara lucky draw dan bloggercare. Lucky draw memberikan semangat bagi semua peserta yang tetap setia sejak pagi duduk menghadap laptop untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan. Ucapan selamat berdatangan ketika pemenang lucky draw satu persatu disebutkan oleh panitia.

 

Sebagai wujud kebersamaan dan kekeluargaan dalam BCC Squad, acara dilanjutkan dengan BloggerCare, yaitu penggalangan dana dari peserta yang mana hasilnya akan digunakan untuk membantu keluarga besasr BCC Squad yang membutuhkan.

 

Helen Simamarta kembali memandu kegiatan pada sesi webinar kedua ini. Dengan penampilan yang berbeda dari sesi webinar menunjukkan betapa sosok yang satu ini sangat memperhatikan penampilan. Sesi kali ini dibuka dengan berbagi pengalaman menjadi orang tua di masa pandemi. Kania Safitri, seorang influencer yang diundang dalam sesi ini banyak berbagi pengalaman mendampingi kedua anaknya dalam mengikuti pembelajaran secara daring selama pandemi.

 

Selesai sharing dari Kania Safitri, sesi dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ifa H. Misbach.  Dalam sesinya, Psikolog Klinis ini memaparkan tentang beberapa hal diantaranya kesulitan yang dihadapi orang tua selama mendampingi anak belajar di rumah dan tahap perkembangan anak. Selain itu beliau juga memberikan penjelasan tentang 12 Indra yang oleh Steiner dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. The Lower Sense – “Willing Sense” (Kelompok Indera Rendah – Indra yang mendorong kemauan), indera ini berkembang sejak lahir sampai usia 7 Tahun. Inera ini melipusi, indera sentuhan, indera kehidupan, Indera gerakan, dan indera keseimbangan.
  2. The Middle Sense – Feeling Senses (Kelompok Indera Tengah – Indera yang menumbuhkan Perasaan). Indera ini berkembang pada usia 7 – 14 tahun, yang meliputi indera penciuman, indera penglihatan, indera perasa, dan indera yang berkaitan dengan suhu.
  3. The Upper Sebses – Thinking Senses (Kelompok Indera Atas – Indera yang terkait dengan Kognitif atau pembentukan konsep). Indera ini meliputi indera pendengaran, indera berkaitan dengan kemapuan berbicara, indera akal pikiran, dan indera berhubungan dengan kepekaan. Indera pada upper senses ini berkembang pada usia 14-21 tahun.

Selain memaparkan tentang 12 indera di atas, Ifa H. Misbah juga mengajak para orang tua, pengajar untuk ikut merasakan kondisi yang dihadapi anak selama belajar secara daring. 

Rangkaian acara bertabur berkah untuk mewujudkan keluarga jempolan pada BloggerDay 2021 ini dapat berjalan dengan lancar atas dukungan dari 

1. KITATAMA EVENT

2. Idfi Pancani (Virtual Family Trip)

3. Narasumber BloggerHangout : Maman Suherman, Shafiq Pontoh, Ifa H. Misbah, Kania Safitri.

4. Gita Siwi (Host)

5. Helen Simamarta (Moderator), dan 

6. Bloggerpreneur: @duorajistore @katalensaku.photoworks @ebigsoo_fashion_ @anesacooking @geraiaksesoris2 @aykoprojects @makarame @resepdapurayah @dapursesukahati @hennahijab_collection @asiboostertea @kitatama.id @sreehandmate @photo_coffee_


Sumber:

https://www.google.com/amp/s/nasional.okezone.com/amp/2021/03/19/337/2380730/update-corona-di-indonesia-19-maret-2021-positif-1-450-132-orang-1-278-965-sembuh-dan-39-339-meninggal

https://kemnaker.go.id/news/detail/menaker-ida-fauziyah-minta-pengusaha-jadikan-phk-sebagai-langkah-terakhir


Monday, March 15, 2021

,

Keluargaku Surgaku merupakan judul buku yang ditulis oleh Ust. Yusuf Mansur. Pada halaman depan buku terbitan penerbit Zikrul Hakim ada tulisan yang menarik sekaligus menjadi motivasi yaitu "Menjadikan Anak sebagai Investasi Terbaik Dunia Akhirat."

Buku yang dicetak pertama kali pada 2014 ini membahas beberapa hal berkaitan dengan parenting. Setidaknya ada 10 pembahasan dalam buku setebal 176 halaman ini.

ayah ugi parenting
Cover Buku Keluargaku Surgaku

1.  Ajarkan Tauhid dan Akhlak Mulia Pada Anak

Disini dijelaskan bahwa anak adalah amanah. Jika orang tua tak mampu mengenalkan anak kepada penciptanya, Allah Swt maka amanah dianggap gagal untuk dilaksanakan.


Dalam mengenalkan anak kepada Allah dan RasulNya maka diperlukan perhatian orang tua, dibutuhkan komunikasi antara orang tua dan anak.


Kondisi nyata tentang komunikasi menjadi slaah satu yang diungkap dalam buku ini dimana dewasa ini seiring perkembangan zaman,tuntutan zaman, membuat orang tua sulit untuk berkomunikasi dengan anak.


Komunikasi antara orang tua dan anak bukan hanya satu arah tapi lebih pada dua arah, atau terbangun adanya dialog. Banyak contohkan dialog atau komunikasi antara ornag tua dan anak, dalam Al Qur'an salah satunya adalah kisah Nabi Ibrahim A.S. dengan putranya Ismail.


Ustads Yusuf Mansur menekankan bahwa dalam pendidikan Tauhid, dan akhlak harus ada komunikasi yang inten, komunikasi proses bukan sekedar hasil. Beliau mencontohkan, irnagvtua zaman dulu mengajak anak untuk belanja, memasak, baru makan bersama. Zaman sekarang, anak dipanggil hanya untuk makan.


Beliau mengajak semua pembaca untuk menyampaikan salah satu hadits sebagai berikut kepada anak dalam setial kegiatan.

ياغلام،سم الله،وكل بيمينك،وكل ممايليك

"Wahai anakku! Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari dekat" (HR Al Bukhari)


2. Anak Adalah Kekayaan Kita

Pokok bahasan ini dimulai dengan kisah singkat betapa banyak orang yang belum memiliki anak rela untuk menjalankannprogram hamil, program bayi tabung yang tentunya menghabiskan uang yang tak sedikit. Ada pula yang bisa punya anak setelah menyedekahkan rumah, mobil, atau harta lainnya.


Beruntunglah orang tua yang dalam pernikahannya sudah dikarunia anak tanpa program bayi tabung dan lainnya. Ini sebuah kekayaan luar biasa. Sebuah investasi yang tak ternilai harganya.


Maka dari itu sebagai orang tua sudah seharusnya menjalankan tugasnya dengan baik, merawat anak dengan penuh tanggung jawab, memberikan kasih sayang,dan membekali anak dengan bekal-bekal tauhid. Karena anak begitu berharga utamanya untuk orang tua kelak. Jika sejak dini diajarkan tentang sholat, kasih sayang, gemar berbagi, senang membaca Al Qur'an. Maka inilah investasi orang tua.


Dalam buku ini Ustad Yusuf Mansur juga mengajarkan doa agar dikaruniakan anak yang sholeh dan sholehah. Berikut tata caranya:

1. Membaca Basmalah (Bismillahirrahmaanirrahiim)

2. Membaca Shalawat Nabi sebagai pengantar agar doa diterima Allah. 

( Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhamamd wa 'ala alai Sayyidina Muhammad).

3. Membaca Istigfar (Astagfirullahal 'Azhiim) sembari mengingat kesalahan kita sebagai orang tua yang mungkin lupa mengajarkan anak sholat, lupa mengajarkan membaca Al quran, dll.

4. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya mengucap "Alhamdulillah."

5. Bacalah doa kita.

parenting
Contoh doa dan urutan cara


3. Cara Mengasuransikan Anak

Tak hanya harta kekayaan yang diasuransikan, anak ternyata juga perlu diasuransikan. Bagaimana mengasuransikan anak? Ustad Yusuf Mandur menyampaikan bahwa orang tua perlu mengasuransikan anak dengan jalan sedekah.


Konsep yang diapakai beliau, yang bisa kita tiru adalah konsep 1 anak kita 2 anak yatim. Jika kita punya satu anak, maka sedekahlah kepada dua anak yatim. Lebih jauh beliau menjelaskan, bahwa yang pertama untuk kebaikannya supaya keluar dan yang kedua untuk keburukannya supaya tidak keluar.


4. Jagalah Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Beliau memulai tulisannya dengan berbagai kondisi yang ada di nasyarakat seperti penggunaan narkoba, bahkan hamil di luar nikah. Saya tertarik dengan cerita beliau, dari 10 undangan resepsi pernikahan, 5 sudah hamil duluan. Parahnya orang-orang menganggapnya sebagai candaan. Padahal ini masalah besar, masalah serius.

Allah memerintahkan kita, manusia, untuk dapat menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka. Sebagaimana firmanNya:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(Q.S. At-Tahrim 66:6)

Beliau menekankan bahwa anak mencontoh orang tuanya seperti kutipan berikut "Anak itu 'kan mencontoh yang tua-tua. Makanya Allah bilang apa? Anfusakum-nya (diri sendiri) bener, nanti ahlikum-nya (keluarga) juga insya Allah bener."

Allah memerintahkan kita, orang tua menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka. Sehingga sebagai orang tua harus betul - betul memperhatikan perbuatan dan tingkah laku anak-anak, memberikan mereka bekal pendidikan agama yang baik, mengenalkan mereka dengan Allah, dan kebaikan-kebaikan lain sehingga tak terjerumus dalam dosa.


5. Kiat- Kiat Menyiapkan Generasi Qur'ani

Ada poin menarik yang membuat saya betah di bab ini. Bab yang terdiri dari 15 halaman. Ketika mempelajari Al Qur'an, anak-anak kita harus dipersiapkan terlebih dahulu agar hati, pikiran, dan akhlaknya terisi dengan Al Qur'an.


Beliau menuliskan ada kekeringan ruh ketika dalam belajar Al Quran diukur dengan nilai, dengan angka,  bukan kebahagiaan atai kesenangan akan Al Qur'an itu sendiri.


6. Anak yang Menyejukkan Hati #1

Pesan dalam bab ini adalah perlunya orang tua untuk memiliki rasa khawatir, rasa takut. Bagaimana jika anak tak bisa mengaji? Bisakah anak-anak membaca Al Qur'an dengan baik. Bisakah kita orang tua meninggalkan anak-anak yang selalu sujud kepada Allah, takut kepada Allah, dan tidak mau berbuat maksiat?


Beliau menekankan pentingnya memiliki anak yang dapat membaca Al Qur'an dan menjalankan ibadah dengan kesadaran diri karena sudah dibentuk oleh orang tua. Anak yang bacaannya menyejukkan hati, menenangkan jiwa yang mendengarnya.


7. Anak Menyejukkan Hati #2

Beliau menuliskan bahwa selain Nabi Ibrahim A.S., ada sosok yang juga mengkhawatirkan anaknya yaitu Luqman Hakim. Sosok yang Allah abadikan kisahnya di dalam Al Qur'an.


Apa yang diajarkan oleh Luqman kepada anaknya? Maka karena kekhawatirannya, Luqman mengajarkan anaknya tentang Tauhid kepada Allah.Mengajarkan anak cinta pada Allah dan Rasulullah. Salah satu cara menumbuhkan kecintaan itu adalah dengan mengajarkan Al Qur'an dan mengajak anak berdialog, serta mengenalkan Tuhannya dalam setiap aktivitas.


8. Jadikanlah Anak sebagai Investasi Akhirat

Dalam bab ini dituliskan tiga investasi yang dapat dilakukan oleh kita selagi hidup,yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat,dan anak sholih yang mendoakan orang tuanya.

Kisah Subuh Terakhir bersama Rasulullah


9. Wasiat Terakhir Rasulullah Saw ( Sebuah Pelajaran untuk Keluarga Kita)

Diantara yang perlu menjadi pelajaran bagi kita adalah dengan mempelajari Sirah Nabawiyah, Sejarah Nabi Muhammad Saw. Ust. Yusuf Mansur mengangkat kisah subuh terakhir Rasulullah SAW. Di mana selepas sholat subuh, Rasulullah Saw langsung menghadapkan wajahnya kepada para Sahabat dan membacakan ayat terakhir Surat Al Kahfi, yaitu ayat 110 yang artinya:

"Katakankah, Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku,'Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa.' Barang siapa yang mengharap perjumpaan  dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya."


Para sahabat yang mendengar ayat ini dan mengerti akan isinya semakin menangi, diantaranya Abu Bakar R.A. Seakan Rasulullah ingin  berkata kepada kita seluruh umatnya, jika beliau adalah seperti manusia biasa pada umumnya, butuh makan, minum, dan beliaupun akan kembali kepada Allah Swt.


Sungguh wasiat terakhir adalah wasiat yang mengingatkan kita untuk senantiasa menambah bekal di kehidupan akhirat dengan beramal sholih, dan mendidik akhlak anak-anak. Mengajarkan sunnah-sunnah Rasulullah sehingga kita semua mencintainya. Mencintai sosok yang sangat mencintai umatnya.


10. Cara Menjaga Keluarga Kita dari Kerusakan.

Topik ini dibuka dengan sebuah nasihat, "Saudaraku, tugas kita sebagai hamba Allah adalah melayani Allah, beribadah kepada Allah."


Disebutkan dalam buku ini bahwa sebagai ayah, ibu, sebagai orang tua salah satu tugasnya adalah mencegah dan menjaga keluarga dari kerusakan.


Cara yang dapat dilakukan adalah menjadikan apa-apa yang dijalankan di dunia ini agar bernilai akhirat. Memperbaiki niat, senantiasa mengingatkan dalam kebaikan, dan saling menguatkan serta memberikan dukungan dalam keluarga agar bisa bersama mendekat kepada Allah dengan menjalankan ibadah, seperti sholat malam, sholat dhuha, dan ibadah-ibadah lainnya.


Membaca buku ini, sebagai orang tua merasa diingatkan untuk dapat betul - betul memperhatikan anak yang merupakan amanah. Anak yang begitu ditunggu - tunggu kehadirannya. Anak yang begitu berharga keberadaannya. Semoga kita dapat menjadi orang tua yang dapat merawat, menjaga, memberikan perhatian dan kasih sayang, serta mengisi amanah itu dengan segala kebaikan dan amal sholih. Pada akhirnya, yang kita harapkan dari usaha dalam menjaga amanah dengan baik ini adalah anak yang sholih yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Anak yang taat tanpa harus diingatkan oleh orang tua. Aanak yang selalu mengingat Allah dan dapat menjauhkan diri dari maksiat.

Sunday, March 14, 2021

,

ayah ugi parenting
Ayahugi mendorong adik Balqis menuju wahana bermain

Saat melakukan perjalanan selalu meninggalkan kesan indah bagi setiap yang melakukannya. Selalu saja ada hal khusus yang dirasakan. Baik objek yang dikunjungi, fasilitas yang ditawarkan, atau juga kulinernya.

Sebelum pandemi saya bersama teman-teman dan keluarga berkesempatan mengunjungi destinasi wisata Taman Safari Prigen yang berada di Pasuruan, Jawa Timur.

Perjalanan dimulai dengan berkumpul di meeting point pada waktu yang sudah ditentukan. Satu persatu setiap keluarga datang. Suasana yang semula sepi berangsur menjadi ramai. Suasana dingin pun menjadi hangat dengan perbincangan dari masing-masing orang

Canda tawa terdengar memecah keheningan malam. Sesekali terlihat para ibu menenangkan anaknya yang sedang tertidur di gendongan. Lantas mereka lanjutkan kembali perbincangan mereka.

Dilain tempat peserta lelaki terlihat sibuk mengangkat tas bawaan keluarga. Memasukkannya ke dalam bagasi bis yang sudah disewa bersama.

Semua sudah siap, seluruh penumpang sudah berada di dalam bis. Sebelum berangkat, satu persatu di panggil untuk memastikan semua sudah di dalam. 

Setelah semua dipastikan siap, driver bis melajukan bis menuju lokasi yang dituju. Selama perjalanan satu persatu mulai tertidur. Semua bangun ketika berhenti di salah satu masjid untuk menunaikan dholat subuh. Kemudian beberapa kilometer setelahnya berhenti di rumah makan untuk sarapan pagi.

Saya dan rombongan tiba di Taman Safari pada pagi hari. Kendaraan langsung menuju area parkir. Sambil menunggu proses pembelian tiket, semua bersantai sejenak. Semua keluar dari bis. Menikmati udara segar pagi. Melihat hijaunya tanaman yang ada di sekitar area parkir.

Paket Tiket Masuk

Saat berkunjung ke Taman Safari sebaiknya direncanakan sejak dari rumah terkait wahana apa yang akan dikunjungi. Disini tersedia tiga jenis tiket yaitu:

1. Tiket Badak

    Wahana yang ddapat dinkmati dengan membeli tiket badak yaitu Safari Adventure, Baby Zoo, Aquatik Land, All Education Shows, 22 Wahana Permainan dan Safari Water World.

2. Tiket Gajah

    Paket ini memberikan pengalaman untuk menikmati wahana Safari Adventure, 6 Education Shows, 22 Wahana Permainan, Safari Water World dan sinema 6D 2 Film.

3. Tiket Rusa

    Wahana yang dapat dinkmati dengan membeli tiket rusa yaitu Safari Adventure, Baby Zoo, 6 Education Shows,dan 2 Shows pilihan.
.
Disini saya dan rombongan memilih membeli tiket gajah. Tiket sudah didapatkan, kini semua kembali masuk ke dalam bis. Bis mulai melaju memasuki area. Anak-anak terlihat begitu riang. Semua melihat ke arah luar kaca. Pun dengan para orang tua, tak kalah antusias mendampingi anak-anaknya. Termasuk saya. Bagi yang sudah menjadi orang tua dan memiliki anak pasti akan tahu bagaimana reaksi anak-anak. Mereka terlihat girang, banyak bertanya tentang yang ditemukan dan dilihat selama perjalanan.

ayah ugi parenting
Potret salah satu satwa di Taman Safari Prigen


Safari Adventure World

Safari Adventure World bagian yang paling berkesan bagi saya dan keluarga. Tempat rekreasi sekaligus konservasi satwa ini memberikan kesan tersendiri. Menikmati berbagai jenis satwa yang ada di dalamnya. Bersaman keluarga mengeksplorasi segala yang ada di wahana. Melihat dan mengenalkan jenis-jenis hewan yang ditemui yang hidup lepas di alam bebas.

Destinasi yang berada di Lereng Gunung Arjuna ini memang memberikan pengalaman yang berharga. Pengalaman yang tak terlupakan. Dapat melihat begitu beraneka jenis satwa. Lebih dari 40 jenis satwa terdapat disini seperti Lamia, Bison, Kalkun, Beruang, Harimau, Singa, Gajah, Jerapah, dan lain sebagainya.

Bagi saya, hal yang sangat berkesan adalah dapat melihat kegembiraan yang ada di wajah anak-anak. Rasa ingin tahu mereka yang tinggi, menjadikan saya sebagai orang tua harus  mendampingi dan memberikan penjelasan tentang hewan-hewan yang ditemukan dari satu tempat ke tempat lain yang ada.

parent
Salah satu wahana bermain untuk anak


Wahana Permainan

Taman Safari Prigen memiliki banyak sekali wahana permainan yang cocok untuk keluarga. Pengunjung bisa memilih sendiri jenis wahana yang ingin dicoba. Banyak sekali yang ingin saya coba sensainya saat berada di waha permainan. Berhubung bersama anak-anak yang masig kecil akhirnya harus puas untuk menikmati beberapa wahana saja seperti Roller Coaster, Sepeda Layang, dan beberapa wahana yang cocok untuk keluarga.

parenting
Kak Adeeva saat bermain di kolam anak

Setelah puas bermain, saya dan keluarga menaiki tangga menuju ke area wahana lainnya yang ada di atas. Wahana bermain air. Disini menemani anak untuk berenang. Kali ini memang semua harus mengalah karena anak-anak masih kecil. Jadi fokus pertama adalah menyenangkan, membahagiakan anak.  Menghabiskan waktu dari pagi hingga sore untuk mengeksplorasi setiap wahana yang disediakan dan menikmati aneka kuliner yang ada disini. 

Kenapa perjalanan ini begitu terkesan bagi saya? Ini dia beberapa hal yang membuat saya begitu terkesan karena
1. Dapat menemani langsung anak-anak melihat dan mengenal bebagai jenis hewan yang ada di dunia.
2. Dapat membersamai anak bermain menikmati wahana permainan yang tidak dimiliki dirumah.
3. Membangun kedekatan emosional dengan anak.
4. Menambah kedekatan hubungan dalam keluarga.
5. Dapat mengajak anak bersosialisasi dengan dunia luar, dan dengan orang banyak.